POJOKSATU.id, CIREBON—Sebanyak delapan jenazah pekerja masih tertimbun di lokasi longsor galian C di Gunung Kuda Bobos hingga Minggu (1/6).
Dari data atau identitas yang diperoleh, mayoritas pekerja yang masih tertimbun berasal dari warga setempat yaitu Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat.
Berikut data atau nama-nama korban hilang atau belum ditemukan di lokasi longsor Gunung Kuda yang berada di Desa Cipanas Kecamatan Dukupuntang ini.
Baca Juga: Update Terbaru 17 Nama Korban Meninggal Longsor Gunung Kuda Bobos, Kondisi Utuh dan Berdekatan
1.Muniah (45) warga Desa Cikeduk, Kec Depok, Kab Cirebon.
2.Sudiono (51) warga Desa Girinata, Kec Dukupuntang, Kab Cirebon.
3.Tono bin Sudirman (57) warga Desa Cipanas, Kec Dukupuntang, Kab Cirebon
4.Wahyu bin Aga (34) warga Desa Cipanas, Kec Dukupuntang, Kab Cirebon.
5.Nalo Sanjaya (53) warga Desa Kedongdong Kidul, Kec Dukupuntang, Kab Cirebon
6.Dedi Setiadi (47) warga Desa Cikalahang, Kec Dukupuntang, Kab Cirebon.
7.Nurakman (51) warga Desa Girinata, Kec Dukupuntang, Kab Cirebon.
8.Puji Siswanto (50) warga Desa Leuwimunding, Kab Majalengka.
17 Korban Ditemukan
Sebanyak 17 korban ditemkan meninggal akibat longsor tambang galian C Gunung Kuda Bobos, Cirebon, Jabar, hingga Sabtu sore (31/5).
Kapolresta Cirebon Kombes Pol Sumarni mengatakan tiga korban berhasil ditemukan dan dievakuasi petugas pada Sabtu sore (31/5).
Baca Juga: Belum Ada Tersangka Terkait Tewasnya 17 Pekerja di Lokasi Longsor Gunung Kuda Bobos
Korban pertama ditemukan sekitar pukul 16.34 WIB, kemudian dua lainnya menyusul ditemukan dalam selang waktu 30 menit.
“Ketiganya ditemukan dalam jarak yang cukup berdekatan. Alhamdulillah, seluruh jasad korban ditemukan dalam kondisi utuh. Ini sangat membantu proses identifikasi," katanya.
Ketiga jenazah langsung dievakuasi ke RSUD Arjawinangun untuk proses lebih lanjut dan penyerahan kepada keluarga.
Dengan ditemukannya tiga korban hari ini, maka masih tersisa delapan jenazah lagi di lokasi sesuai dengan data keluarga korban yang disampaikan ke petugas gabungan.
Berpotensi Longsor Susulan
Kepala Badan Geologi Muhammad Wafid dalam keterangannya mengatakan, berdasarkan analisa, area pertambangan Gunung Kuda berada di zona gerakan tanah yang tinggi.
Bencana longsor pun bisa terjadi dengan potensi yang tinggi jika hujan deras mengguyur di lokasi tersebut.
"Artinya daerah yang mempunyai potensi tinggi untuk terjadi gerakan tanah. Pada zona ini dapat terjadi gerakan tanah jika curah hujan di atas normal, sedangkan gerakan tanah lama dapat aktif kembali," katanya dikutip, Sabtu (31/5/2025).
Dari hasil pemetaan Badan Geologi, area pertambangan Gunung Kuda berada di kemiringan lereng tebing yang sangat terjal yaitu lebih dari 45 derajat.
Kemudian, lokasi gerakan tanah berada area tambang terbuka dengan metode penambangan teknik under cutting, hingga kondisi tanah di sana mengalami pelapukan dan litologi batuan yang labil.
Berpotensi terjadi gerakan tanah susulan di lokasi longsor Gunung Kuda Bobos yang bisa menimpa atau menimbun petugas.***




