POJOKSATU.id, BANYUMAS— Ibu almarhum Sutrimo penjaga rumah eks Jampidsus Febrie Adriansyah disebut masih mengalami syok meski kondisinya mulai membaik.
Keluarga Sutrimo Karumga Febrie ini mengaku ikhlas menerima apapun hasil dari ekshumasi makam Sutrimo di Desa Wlahar, Wangon, Banyumas, hari ini, Rabu (12/8).
Kakak tiri Sutrimo, Tukim, mengatakan kondisi ibu almarhum saat ini sudah sedikit lebih baik dibanding sebelumnya. Namun, kesedihan sebagai orang tua masih dirasakan.
"Saat ini ya masih shock sih, tapi sudah mendingan, agak mendingan," kata Tukim saat ditemui wartawan di area makam setempat, Selasa (11/8/2026) sore.
Baca Juga: Deleg Deleg
Tukim mengatakan sang ibu mengetahui rencana ekshumasi terhadap makam Sutrimo. Keluarga juga telah menyampaikan dan memahami bahwa proses tersebut merupakan bagian dari penanganan perkara.
"Tahu, tahu," ujarnya saat ditanya apakah ibu Sutrimo mengetahui rencana ekshumasi.
Menurut Tukim, reaksi sang ibu tentu tidak bisa lepas dari rasa sedih sebagai orang tua. Dia menyebut keluarga akan ikhlas apa pun hasilnya nanti.
"Responsnya ya namanya orang tua pasti ya sedih lah. Kayak ini ya, teringat ya," tuturnya.
"Ya, ikhlas. Apa pun hasilnya nanti," tegasnya.
Setelah proses ekshumasi dan jenazah Sutrimo kembali dimakamkan, keluarga berencana menggelar doa bersama di rumah duka.
Baca Juga: Makam Sutrimo Dijaga Ketat Jelang Ekshumasi, Rangkaian Penting Pengungkapan Kasus Astronomi
Tukim mengatakan doa bersama tersebut baru akan dilakukan setelah jenazah selesai dikebumikan kembali. Untuk malam ini, keluarga tidak menggelar doa bersama.
"Ya, habis kalau sudah dikebumikan kembali, di rumah duka ada doa bersama. Kalau malam ini enggak," katanya.
Keluarga kini memilih fokus mengikuti seluruh proses hukum yang akan berlangsung. Ekshumasi diharapkan dapat membantu penyidik mengungkap fakta terkait kematian Sutrimo.***




