POJOKSATU.id, Bogor - Institut Bisnis dan Informatika Kesatuan (IBI Kesatuan) melalui tim pengabdian kepada masyarakat (PkM) dosen dan mahasiswa sukses menjalin kolaborasi strategis dengan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Vermel Blanc.

Kegiatan PkM ini berfokus pada penguatan aspek digitalisasi, manajemen operasional, dan keberlanjutan bisnis Vermel Blanc.

Dukungan Pendanaan dari Kemendiktisaintek

Kegiatan PkM yang dilaksanakan pada semester genap tahun ajaran 2024/2025 ini mendapat apresiasi dan dukungan penuh dari pemerintah.

PkM IBI Kesatuan ini merupakan salah satu proposal yang berhasil lolos dan didanai oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) di bawah Direktorat Jenderal Riset, Teknologi, dan Pengabdian kepada Masyarakat (Ditjen Risbang), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) untuk tahun anggaran 2025.

Kepala DPPM IBI Kesatuan, Dr. R. Aang Munawar menyampaikan bahwa kolaborasi ini adalah perwujudan nyata dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam aspek pengabdian.

"Pendanaan dari Kemendiktisaintek ini memotivasi kami untuk terus menghadirkan solusi inovatif yang relevan dan berdampak langsung pada peningkatan kualitas UMKM lokal. UMKM Vermel Blanc memiliki potensi besar, dan kami hadir untuk memperkuat fondasi digital dan keberlanjutan mereka," ujarnya.

Fokus Program dan Implementasi

Tim PkM IBI Kesatuan, yang diketuai oleh Yayuk Nurjanah, SE.,M.Ak dari Program Studi Akuntansi Bisnis Digital dan beranggotakan 2 dosen dan 2 mahasiswa, telah merancang serangkaian program intensif, meliputi:

Pengembangan optimalisasi Keuangan: Sementara itu, Kusuma Dewi, S.Akun., M.Ak. yang dibantu oleh Annisa Kamilani membantu pendampingan optimalisasi keuangan.

Pada tahap ini, tanggal 2 Juli 2025 tim PkM memberikan Pelatihan Pengelolaan Keuangan dan Penyusunan Laporan Keuangan.

Setelah pelatihan tersebut, tim kemudian membantu UMKM Vermel Blanc dalam membuat laporan keuangan dengan menggunakan program excel yang dirancang sedemikian rupa agar memudahkan UMKM menginput transaksi hingga otomatis menjadi laporan keuangan.

Pengembangan Sistem Informasi dan E-commerce: Membantu Vermel Blanc membangun platform penjualan daring yang lebih efektif dan terintegrasi, termasuk optimalisasi pemasaran melalui media sosial.

Selanjutnya kegiatan digitalisasi pemasaran dilaksanakan oleh Denta Purnama, S.E., M.M. yang dibantu oleh mahasiswa yaitu Safitri Putri Adi Nugroho.

Pada tahap ini, tim PkM juga memberikan pelatihan peningkatan marketing digital (pemanfaatan website, iklan berbayar pada marketplace, membuat konten planner Instagram dan Tiktok, praktik membuat konten) Adapun pelatihan tersebut diselenggarakan pada 1 Juli 2025.

Setelah pelatihan, tim kemudian membantu UMKM Vermel Blanc dalam penerapan teknologi pada pemasarannya dengan cara-cara membuat konten yang efektif di media sosial sampai dengan pembuatan website.

Pelatihan Optimalisasi Produksi: memberikan sosialisasi mengenai pentingnya modernisasi produksi, pemasaran digital serta pentingnya penyusunan laporan keuangan.

Adapun keterbatasan pada produksi Vermel Blanc karena kurangnya mesin pendukung untuk menghasilkan produk dengan kualitas dan variasi yang lebih tinggi, sehingga membutuhkan mesin-mesin yang mumpuni untuk proses produksi sehingga tim berinisiatif untuk membelikan beberapa mesin yang dibutuhkan seperti mesin overdeck, mesin obras, dan mesin press sablon.

Ibu Herawati pemilik Vermel Blanc, menyambut baik kolaborasi ini.

"Kami sangat terbantu dengan keahlian dari IBI Kesatuan, terutama dalam hal digitalisasi. Dengan bantuan ini, kami optimis Vermel Blanc dapat menjangkau pasar yang lebih luas dan meningkatkan daya saing di era digital," kata beliau.

Harapan Dampak Jangka Panjang
Kegiatan PkM ini diharapkan tidak hanya memberikan solusi jangka pendek, tetapi juga menciptakan model bisnis UMKM yang lebih adaptif, berkelanjutan, dan siap menghadapi tantangan pasar.

IBI Kesatuan berkomitmen untuk terus menjadi mitra aktif dalam pengembangan ekosistem kewirausahaan di Indonesia.