POJOKSATU.id, BEKASI— Humas PT Kereta Api Indonesia (Persero) menyebut kejadian di Stasiun Bekasi Timur KM 28+920, Senin (27/4) pukul 20.52 WIB, adalah peristiwa tertempernya kereta di sana.
Kereta PLB 5568A (CL KPB–CKR) tertemper oleh PLB 4B (KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir–Surabaya Pasar Turi) di lokasi kejadian.
Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, menyampaikan bahwa KAI menyampaikan permohonan maaf kepada para pelanggan atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan.
“Saat ini, PT KAI bersama pihak kepolisian tengah melakukan proses evakuasi terhadap rangkaian kereta serta penanganan korban di lokasi kejadian. Kami berupaya semaksimal mungkin agar operasional perjalanan kereta api dapat segera kembali normal,” ujar Franoto dalam keterangan tertulis, Senin malam (27/4).
KAI memastikan petugas di lapangan telah bergerak cepat untuk melakukan penanganan dan pengamanan lokasi, serta berkoordinasi dengan pihak terkait guna mempercepat proses evakuasi dan pemulihan perjalanan.
Sebagai langkah pengamanan, aliran listrik aliran atas (LAA) pada lintas Cibitung–Bekasi Timur dan emplasemen Bekasi Timur untuk sementara dinonaktifkan.
Baca Juga: Horor Tabrakan Adu Banteng Kereta Api di Stasiun Bekasi Timur, Dua Crew Disebut Meninggal Dunia
Adapun penyebab kejadian serta jumlah perjalanan KA yang terdampak masih dalam proses investigasi dan pendataan lebih lanjut. Informasi akan terus diperbarui secara berkala.
“KAI juga mengimbau kepada masyarakat untuk selalu berhati-hati dan mematuhi aturan keselamatan, khususnya di area jalur rel dan perlintasan sebidang, demi mencegah kejadian serupa,” jelasnya.
“Informasi lebih lanjut akan disampaikan seiring perkembangan penanganan di lapangan,“ jelas Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo.***




