POJOKSATU.id, SALAH satu hari besar keagaaman umat Islam adalah Hari Raya Idul Adha. Perayaan ini identik dengan penyembelihan hewan kurban, maka sering juga disebut dengan Hari Raya Kurban.

Secara bahasa, kurban berasal dari Bahasa Arab qariba – yaqrabu-qurban wa qurbanan wa qirbanan, yang artinya dekat. Maksudnya adalah tindakan untuk mendekatkan diri kepada Allah, dengan mengerjakan sebagian perintah-Nya.

Berkurban merupakan salah satu ibadah yang dianjurkan dalam Islam. Ibadah ini dilakukan dengan menyembelih hewan tertentu, seperti sapi, kambing, atau domba pada hari raya Idul Adha atau hari-hari Tasyrik yaitu pada tanggal 10 sampai dengan tanggal 13 bulan Dzulhijjah.

Dalam Islam, hukum kurban adalah sunnah muakkadah (sunnah yang sangat dianjurkan) bagi umat Muslim yang mampu melakukannya.

Berkurban merupakan bentuk pengorbanan harta yang dimiliki sebagai tanda taqwa (ketakwaan) dan ketaatan kepada Allah SWT. Dengan berkurban, seorang Muslim menunjukkan ketaatannya dan kesediaannya untuk mengorbankan sesuatu yang berharga demi mendekatkan diri kepada Allah.

BACA JUGA: Tahun ini Omset Pedagang Hewan Kurban Meningkat di Kota Medan

Berkurban dilakukan sebagai bagian dari ibadah dalam rangka perayaan Idul Adha atau Hari Raya Kurban. Pada tanggal 10 Dzulhijjah, umat Muslim di seluruh dunia merayakan Idul Adha dan melakukan penyembelihan hewan kurban sebagai bentuk ibadah.

Kurban adalah ibadah yang mulia dan sarat akan nilai sosial, maka penting untuk menata niat agar ikhlas dalam pelaksanaannya. Ibadah kurban yang dilandasi keikhlasan akan memberikan manfaat dan hikmah bagi orang yang berkurban maupun penerima daging kurban.

Penting untuk menentukan niat yang ikhlas dan tulus sesuai dengan syariat Islam, yaitu untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dan mengikuti jejak Nabi Ibrahim AS.

Ada hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum melakukan penyembelihan hewan kurban. Bahwa penyembelihan ini harus dilakukan oleh orang yang kompeten. Karena pada saat menyembelih hewan kurban, disunahkan untuk membaca takbir, yaitu "Allahu Akbar", sebagai pengingat bahwa Allah Maha Besar dalam setiap aspek kehidupan.

Setelah penyembelihan, daging kurban dibagi menjadi tiga bagian, yaitu satu bagian untuk dikonsumsi oleh keluarga sendiri, satu bagian untuk diberikan kepada kerabat dan tetangga yang membutuhkan, dan satu bagian lagi untuk disumbangkan kepada fakir miskin dan orang-orang yang kurang mampu.

Tujuan dari pembagian ini adalah untuk memperkuat hubungan sosial dan berbagi dengan sesama. Ibadah kurban memiliki makna dan hikmah yang dalam, seperti mengedepankan ketaqwaan kepada Allah SWT, menumbuhkan sikap kepedulian sosial, dan melatih sikap ikhlas dalam beribadah dan berbagi dengan sesama. Melakukan ibadah kurban dengan penuh kesadaran dan ikhlas merupakan bentuk pengabdian kepada Allah SWT dan amal yang dapat mendatangkan pahala bagi pelakunya.

BACA JUGA: Tingkatkan Iman dan Jalin Ukhuwah, PPP Salurkan Hewan Kurban ke Ponpes hingga Ormas Islam

Adapaun manfaat dan hikmah kurban dengan ikhlas dapat mencakup beberapa hal sebagai berikut:

1. Ibadah
Kurban adalah salah satu bentuk ibadah yang dianjurkan dalam agama Islam. Dengan melaksanakan kurban secara ikhlas, seseorang dapat memperoleh pahala dan beribadah kepada Allah SWT. Kurban yang dilakukan dengan niat yang tulus dan ikhlas dapat diterima oleh Allah dengan baik.

2. Takwa
Kurban merupakan pengorbanan harta yang dimiliki untuk mencapai keridhaan Allah. Dengan melaksanakan kurban secara ikhlas, seseorang meningkatkan ketakwaannya kepada Allah dan memperkuat hubungannya dengan-Nya. Ini dapat membantu seseorang dalam mengembangkan rasa cinta, taqwa, dan kepatuhan kepada Allah.

3. Pengorbanan
Melakukan kurban dengan ikhlas mengajarkan kita nilai-nilai pengorbanan. Dalam mengikuti jejak Nabi Ibrahim AS, yang bersedia mengorbankan putranya yang dikasihi untuk taat kepada perintah Allah, kita belajar tentang pentingnya mengutamakan kehendak Allah di atas segala-galanya. Ini dapat membantu seseorang untuk mengembangkan sikap tawakal dan rela mengorbankan sesuatu yang berharga demi kepentingan agama dan kemanusiaan.

4. Solidaritas dan Kepedulian Sosial
Kurban juga memiliki dimensi sosial yang penting. Daging kurban dibagikan kepada orang-orang yang membutuhkan, termasuk fakir miskin dan orang-orang yang kurang mampu. Melakukan kurban dengan ikhlas membantu memperkuat ikatan sosial dan memupuk rasa kepedulian terhadap sesama anggota masyarakat. Ini juga dapat memberikan manfaat nyata bagi mereka yang menerima daging kurban dalam memenuhi kebutuhan nutrisi mereka.

BACA JUGA: Sebar 150 Ekor Sapi Kurban, Gubernur Edy Rahmayadi Berharap Konsumsi Daging Meningkat di Sumut

5. Menumbuhkan Sikap Ikhlas
Melalui kurban, seseorang dapat mengasah sikap ikhlas dalam beribadah dan berbagi dengan orang lain. Ikhlas berarti melaksanakan amal baik semata-mata karena Allah SWT, tanpa mengharapkan balasan atau pujian dari orang lain. Dengan mengorbankan harta secara ikhlas dalam kurban, seseorang dapat membentuk karakter yang lebih ikhlas, rendah hati, dan tanpa pamrih.

Dalam menjalankan kurban, penting untuk memahami makna dan tujuan di baliknya serta melakukannya dengan niat yang ikhlas, taqwa, dan penuh keikhlasan kepada Allah SWT.

Penting untuk dicatat bahwa berkurban bukanlah kewajiban (fardhu) bagi setiap Muslim, tetapi sangat dianjurkan untuk melakukannya jika memiliki kemampuan finansial yang mencukupi. Keputusan untuk berkurban atau tidak berkurban tergantung pada keadaan finansial masing-masing individu. (TIK/pojoksatu)

BACA JUGA: Tahun ini Omset Pedagang Hewan Kurban Meningkat di Kota Medan