POJOKSATU.id, JAKARTA -- Hubungan Partai Demokrat dengan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) tampak makin panas. Keduanya saling balas kritikan.
Awalnya, Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang mengkritik kebijakan pemerintah.
Hal tersebut kemudian dibalas oleh Wakil Ketua PPP Arsul Sani yang menyebut pembangunan proyek Hambalang di Jawa Barat era Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) grasa-grusu.
Kritikan Arsul itu dibantah oleh Deputi Balitbang DPP Partai Demokrat Syahrial Nasution. Dia menyebutkan proyek tersebut tidak dibangun dengan grasa-grusu.
"Jadi tidak dilakukan grasa-grusu, dilakukan kajian matang dan komprehensif," kata Syahrial kepada wartawan di Jakarta, Kamis (17/3/2023).
Terkait mangkraknya proyek Hambalang itu, lanjut anak buah AHY ini, lantaran Presiden Joko Widodo (Jokowi) tidak melanjutkan pembangunan usai masa pemerintahan SBY berakhir.
"Yang membuat Hambalang itu mengkrak ya pemerintahan Jokowi," ujarnya.
Dia mengatakan bahwa proses hukum proyek Hambalang tersebut sudah selesai dan pelakunya sudah ditangkap.
"Proses hukumnya sudah selesai, tapi programnya tidak dilanjutkan oleh Presiden Jokowi, hanya karena kepentingan politik," tuturnya.
Syahrial lantas menyinggung kasus korupsi yang menjerat dua Ketum PPP yaitu Suryadharma Ali dan Romy atau Romahurmuziy.
Menurut dia, hal tersebut seharusnya menjadi cerminan bagi partai berlambang Ka'bah itu.
"Beliau lupa (Arsul Sani) bahwa ada dua Ketua Umum PPP dipenjarakan karena korupsi baik pada masa pemerintahan Pak SBY maupun Pak Jokowi, jangan buruk muka cermin dibelah yaitu Suryadharma Ali dan Romyhurmuziy," kata politisi Demokrat ini. (mufit/pojoksatu)




