POJOKSATU.ID- - Kabar duka menyelimuti dunia hukum Indonesia. Pengacara senior Hotma Sitompul meninggal dunia pada Rabu pagi, 16 April 2025, sekitar pukul 04.00 WIB di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta. Hotma wafat pada usia 74 tahun setelah sebelumnya menjalani perawatan intensif.
Kabar meninggalnya Hotma Sitompul dikonfirmasi oleh pihak keluarga dan rekan-rekan dekatnya. Jenazah pria yang dikenal sebagai salah satu pengacara kondang Indonesia itu disemayamkan di rumah duka kawasan Jl. Pulo Raya, Jakarta Selatan, dan rencananya akan dimakamkan di pemakaman keluarga di Tanah Kusir pada Kamis, 17 April 2025.
Anak Hotma, Jordan Sitompul, membenarkan kabar duka tersebut. “Iya, Papa meninggal dunia tadi pagi. Mohon doanya untuk almarhum,” ujar Jordan kepada wartawan. Ungkapan belasungkawa juga mengalir dari kalangan tokoh hukum, selebritas, dan publik yang mengenal kiprah panjang Hotma di dunia hukum Tanah Air.
Sosok Fenomenal di Dunia Hukum
Hotma Sitompul dikenal luas sebagai advokat yang tak hanya kompeten dalam menangani perkara-perkara besar, tapi juga flamboyan dan penuh gaya dalam menjalankan profesinya. Pria kelahiran 6 Desember 1950 ini telah menapaki karier hukum selama lebih dari 40 tahun dan dikenal sebagai pendiri kantor hukum Hotma Sitompul & Associates serta Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Mawar Saron.
Ia merupakan alumnus Fakultas Hukum Universitas Padjadjaran dan melanjutkan pendidikan ke Universitas Indonesia. Selain itu, Hotma juga sempat belajar di luar negeri untuk memperdalam ilmu hukumnya.
Hotma membangun reputasi sebagai pengacara tangguh yang sering menangani kasus-kasus besar, baik pidana maupun perdata. Namanya mulai dikenal luas saat menjadi bagian dari tim penasihat hukum mantan Presiden Soeharto pada 1998. Sejak saat itu, ia menangani berbagai kasus besar, termasuk kasus yang melibatkan nama-nama pesohor dan tokoh politik nasional.
Deretan Kasus dan Klien Ternama
Selama kariernya, Hotma dikenal sebagai pengacara yang sering menangani perkara-perkara kontroversial dan menyita perhatian publik. Ia pernah menjadi kuasa hukum dalam kasus pembunuhan aktivis HAM Munir, kasus korupsi di tubuh birokrasi, hingga sengketa keluarga selebritas.
Beberapa selebritas ternama seperti Raffi Ahmad, Desiree Tarigan (yang juga merupakan mantan istrinya), hingga pihak-pihak dalam sengketa warisan dan perceraian, sempat memakai jasanya sebagai penasihat hukum. Keberaniannya dalam bersuara dan membela klien-klien yang tersudut membuatnya sering tampil di media massa dan menjadi sosok publik yang dikenal luas.
Hotma juga tercatat pernah menjabat sebagai Ketua Umum Perhimpunan Advokat Indonesia (PERADI) dan aktif dalam organisasi-organisasi advokat serta kegiatan sosial. Ia kerap memberikan pelatihan hukum kepada mahasiswa dan advokat muda.
Kehidupan Pribadi dan Kontroversi
Di balik kariernya yang cemerlang, kehidupan pribadi Hotma Sitompul juga tak luput dari sorotan publik. Ia sempat terlibat konflik rumah tangga dengan Desiree Tarigan, yang menjadi konsumsi media hiburan pada 2021. Konflik tersebut diselesaikan secara hukum dan menjadi salah satu perkara keluarga yang menarik perhatian karena melibatkan figur publik.
Meski demikian, Hotma tetap menjalani profesinya dengan dedikasi tinggi dan tak berhenti berkarya di bidang hukum hingga akhir hayatnya. Dalam beberapa tahun terakhir, Hotma lebih banyak menghabiskan waktu bersama keluarga dan membina LBH Mawar Saron yang ia dirikan sejak awal 2000-an.
Duka dari Rekan Sejawat
Kepergian Hotma Sitompul meninggalkan duka mendalam bagi dunia hukum Indonesia. Rekan-rekan sejawat, mantan klien, serta tokoh-tokoh masyarakat menyampaikan belasungkawa melalui media sosial dan pernyataan resmi.
“Indonesia kehilangan salah satu sosok advokat terbaiknya. Bang Hotma adalah inspirasi bagi generasi muda di dunia hukum,” ujar Otto Hasibuan, Ketua Umum DPN PERADI, dalam keterangannya.
Ucapan duka juga datang dari kalangan artis dan pejabat publik, mengingat peran Hotma dalam banyak perkara hukum yang melibatkan figur-figur publik.
Warisan dan Jejak Abadi
Hotma Sitompul meninggalkan warisan besar dalam dunia advokasi Indonesia. Melalui LBH Mawar Saron, ia telah membantu ribuan warga kurang mampu yang membutuhkan pendampingan hukum. Kiprahnya tidak hanya di ruang sidang, tetapi juga dalam pendidikan hukum, pembentukan etika profesi, dan penegakan keadilan yang berimbang.
Kepergiannya menandai akhir sebuah era dalam dunia hukum Indonesia, namun juga membuka jalan bagi banyak pengacara muda yang terinspirasi dari dedikasi dan integritasnya.
Selamat jalan, Hotma Sitompul. Jejak dan kontribusimu akan selalu dikenang dalam sejarah hukum Indonesia.***



