POJOKSATU.id – Pernyataan mengejutkan datang dari Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) terpilih, Thomas Djiwandono.

Dalam keterangannya kepada media, Thomas secara terbuka mengaku tidak memiliki pengalaman langsung di bidang moneter.

Pernyataan yang sontak memicu kehebohan publik dan menimbulkan perdebatan soal standar pengisian posisi strategis di bank sentral.

Baca Juga: Dukung Astacita Presiden Prabowo, Bupati Karawang Ikut Penanaman Jagung Pipil di Cikampek

“Sekali lagi, poin saya, saya nggak melihat itu (tidak memiliki pengalaman) sebagai sesuatu kekurangan. Kalau itu saya merasa kurang, saya lebih baik enggak maju. Tapi saya merasa saya bisa,” kata dia dikutip Pojoksatu.id dari tempo.co 29/1/2026

Ucapan tersebut membuat publik mempertanyakan bagaimana seorang pejabat baru BI dapat menjalankan fungsi penting yang berkaitan dengan stabilitas mata uang, suku bunga, hingga kebijakan makroekonomi.

Namun Thomas menegaskan bahwa pengalamannya di Kementerian Keuangan selama satu setengah tahun sudah cukup memberikan dasar kuat untuk memahami dinamika fiskal dan ekonomi nasional.

Baca Juga: Dukung Astacita Presiden Prabowo, Bupati Karawang Ikut Penanaman Jagung Pipil di Cikampek

"Memang kalau dilihat dari rekam jejak harus dari orang moneter, saya nggak ada itu. Cuma sekali lagi, rekam jejak saya selama 1,5 tahun di Kemenkeu silakan dilihat," ujar Thomas didikutip pojoksatu.id dari detikfinance 29/1/2026.

Penunjukan Thomas sebelumnya sempat disorot karena dianggap tidak lazim.

Media internasional bahkan menyebut adanya kekhawatiran pasar, terutama menyangkut independensi BI.

Serta kemampuan pejabat baru dalam menangani kebijakan moneter yang kerap sensitif.

Baca Juga: Dukung Astacita Presiden Prabowo, Bupati Karawang Ikut Penanaman Jagung Pipil di Cikampek

Meski begitu Thomas menepis anggapan bahwa dirinya tidak layak menduduki posisi tersebut

Ia menegaskan membawa perspektif berbeda yang menurutnya bisa memperkaya internal BI.

"Bahwa saya tidak punya pengalaman moneter, saya tidak bisa pungkiri, tapi saya memiliki beberapa kapabilitas yang lain yang bisa melengkapi"

"dan saya masuk dengan pengalaman saya di fiskal yang cukup, apa ya, 1,5 tahun ini kan cukup dalam. Jadi ini hal-hal yang menurut saya, saya membawa hal-hal yang bisa melengkapi," imbuhnya dikutip pojoksatu.id dari detikfinance 29/1/2026.

Baca Juga: Dua Kakak Presiden Prabowo Tinjau Fasilitas dan Bakat Siswa di SRMA 10 Jakarta

Kontroversi ini diprediksi masih akan panjang.

Publik kini menanti bagaimana Thomas membuktikan kapasitasnya di tengah sorotan ketat terhadap kredibilitas BI dan stabilitas ekonomi nasional.***