POJOKSATU.id - Setidaknya sudah ada 3 nama yang disebut-sebut berpotensi jadi cawapres Prabowo Subianto.

3 nama kandidat cawapres Prabowo Subianto tersebut berasal dari parpol Koalisi Indonesia Maju.

Akan tetapi sosok cawapres Prabowo Subianto hingga saat ini masih belum merujuk pada 1 nama alias masih misteri.

Baca Juga: Pendaftaran CPNS 2023 dan PPPK 2023 Kemenkumham Resmi Dibuka Hari Ini, Rincian Formasi, Penempatan dan Syarat

Seperti diketahui, Koalisi Indonesia Maju (KIM) terdiri dari Gerindra, Golkar, PAN, PBB, Gelora, PSI dan Demokrat.

Sementara 3 nama kandidat cawapres yang sudah muncul yakni Airlangga Hartarto, Erick Tohir, dan Yusril Ihza Mahendra.

Di luar itu, ada isu Gibran Rakabuming Raka, putra sulung Presiden Jokowi yang kini menjabat Walikota Solo.

Baca Juga: Tanpa Walini

Ada juga beberapa nama di luar nama tersebut, salah satunya Yenny Wahid, putri mantan Presiden Abdurrahman Wahid.

Pengamat politik Pangi Syarwi Chaniago menilai, nama-nama tersebut memiliki potensi yang sama besar untuk mendampingi Prabowo.

Termasuk Yusril Ihza Mahendra yang menurutnya memiliki kelebihan dari sisi hukum yang terbilang sangat mumpuni.

Baca Juga: Pj Bupati Benni Diminta Tertibkan Mobil Dinas, Ada Mobil Plat Merah Dipakai Sipil Untuk Kepentingan Pribadi

"(Duet) Prabowo-Yusril itu bagus, akan sangat membantu Pak Prabowo dari sisi hukum ketatanegaraan," kata Pangi saat dihubungi, Kamis 21 September 2023.

Direktur Eksekutif Voxpol Center Research & Consulting ini juga menilai ada sederet nilai plus yang dimiliki Yusril.

Selain politikus dan ahli hukum tata negara, Yusril juga memiliki pengalaman panjang di pemerintahan.

Sementara itu, pengamat politik Muhammad Al-Fatih berpandangan, Yusril bisa sangat membantu kerja Prabowo jika terpilih.

Baca Juga: Jadwal Siaran Langsung Bola Kamis 21 September: Taiwan vs Indonesia, LASK vs Liverpool

Termasuk dalam melanjutkan program yang telah dirintis oleh Presiden Jokowi untuk menjaga kesinambungan dan kelanjutan pembangunan nasional.

"Maka sebaiknya Prabowo melakukan kalkulasi politik yang jeli dan pas betul plus minus dari cawapres sekaligus menghindari gesekan di internal koalisi," kata dia.

Dalam 5 tahun mendatang, Al-Fatih menyebut Indonesia akan mendapat tantangan krisis dan tatanan global yang berubah dengan cepat

Baca Juga: Rocky Gerung Sebut Anies Baswedan Lakukan Kesalahan dengan Memilih Cak Imin

Karena itu yang dibutuhkan Prabowo adalah cawapres yang bukan saja mampu mendongkrak elektabilitas.

Tetapi juga mampu membantu Prabowo dalam mengakselarasi tantangan, baik regional ataupun global, tanpa menabrak kepentingan nasional.

Yusril, kata Al-Fatih juga bisa jadi alternatif cawapres dan parpol non parlemen yang bisa diterima parpol koalisi.***