POJOKSATU.id, MEDAN—Hingga hari keenam pasca bencana, masih banyak pengendara yang terjebak longsor berhari-hari antara Tarutung Tapanuli Utara (Taput) ke Kota Sibolga.
BNPB mengklaim mereka telah men-dropping makanan lewat udara dan darat untuk para pengendara ini.
Ada sepanjang 50 km jalan yang masih tertutup longsor antara Taput ke Sibolga dari pantauan yang dilakukan BNPB.
"Ini sekarang yang masih belum tembus, ini dari Tapanuli ke Sibolga ini belum bisa tembus karena di sini ada longsoran-longsoran yang sangat panjang,” kata Kepala BNPB Suharyanto dalam siaran YouTube BNPB, Minggu (30/11/2025).
Baca Juga: Banjir Bandang Sumatra 2025 Pemerintah Kirim Bantuan Darurat Pangan ke Aceh, Sumut dan Sumbar
“Kalau di lapangan praktis hampir 50 km yang tertutup," katanya lagi.
Menurut Suharyanto, di jalan Taput-Sibolga ini banyak pengendara yang terjebak di lokasi sejak longsor Selasa lalu.
Para pengendara ini tidak bisa memutar balik ke arah Taput dan sebaliknya juga tidak bisa maju ke arah Sibolga.
"Di sini banyak pejalan, berkendaraan, yang terjebak karena sudah di tengah-tengah, dia mundur juga tidak mau ke Tapanuli Utara, dia menunggu,” katanya.
Pengendara ini tidak mau mundur ke arah Tapanuli Utara dan berharap bisa maju terus ke arah Kota Sibolga.
“Mereka menunggu tembusnya jalan menuju Sibolga," katanya lagi.
"Itu ada beberapa pejalan yang terjebak di situ sudah beberapa hari. Tapi kami dropping logistik baik lewat udara maupun lewat darat," katanya.
Suharyanto mengatakan 50 prajurit TNI dari Kodim yang masih berusia muda, sengaja dikerahkan untuk mengirimkan bantuan kepada warga yang terjebak.
Mereka dibekali ransel dengan membawa logistik mendatangi pengendara-pengendara yang terjebak di lokasi longsor.
Para pengendara ini terjebak saat kejadian bencana dan karena menunggu mobil-mobilnya yang dia tidak mau tinggalkan di lokasi longsor.
Suharyanto mengatakan satgas gabungan sudah berusaha membuka jalan yang longsor. Diperkirakan akses bisa terbuka dalam waktu 3 hari ke depan.
"Nah sekarang dengan satgas gabungan TNI/Polri ini sudah berusaha membuka dan menurut penjelasan kemarin sore, dari Dandim paling tidak butuh waktu 3-4 hari lagi baru bisa tembus," kata Kepala BNPB yang sempat mengatakan bahwa bencana di Sumatera ini hanya mencekam di medsos saja.***




