POJOKSATU.ID - Seratusan warga etnis Rohingya yang bermukim di Pekanbaru menggelar aksi unjuk rasa untuk menyuarakan tuntutan hidup yang lebih layak.

Aksi tersebut berlangsung di depan kantor International Organization for Migration (IOM), Senin (19/1/2026), sebagai bentuk protes atas berkurangnya bantuan biaya kebutuhan hidup yang mereka terima.

Dari pantauan di lokasi, ratusan pengungsi Rohingya berkumpul di Jalan M Jamil, tepat di samping kawasan MTQ Bandar Serai.

Baca Juga: Menkum Tegaskan, WNI yang Gabung Tentara Asing Tanpa Izin Presiden Otomatis Kehilangan Kewarganegaraan

Mereka membentangkan sejumlah spanduk berisi tuntutan utama yang ditujukan kepada IOM dan pihak terkait.

Beberapa poin tuntutan yang tertulis dalam spanduk antara lain bantuan medis yang mendesak, dukungan tunai yang mencukupi, akses pendidikan bagi anak-anak Rohingya, tempat tinggal serta kondisi hidup yang layak, hingga akses transportasi menuju layanan publik.

Salah satu spanduk juga memuat pesan yang mencerminkan harapan mereka, yakni Kami membutuhkan bantuan dan dukungan untuk pelayanan yang bermartabat.

Baca Juga: Terungkap! 3,32 Juta Hektar Hutan Konservasi hingga Produksi Berubah Jadi Kebun Sawit Ilegal

Spanduk-spanduk tersebut dibentangkan menghadap ke jalan raya, sementara massa aksi dibatasi pagar kantor IOM. Aksi berlangsung tertib dengan pengawalan aparat keamanan.

Nuramin, salah seorang warga Rohingya yang telah menetap di Pekanbaru sejak tahun 2020, menyampaikan langsung aspirasi mereka.

Dengan menggunakan bahasa Indonesia yang cukup fasih, ia menegaskan bahwa kedatangan mereka bukan tanpa alasan.

Baca Juga: Bupati Pati Terkena OTT Saat Warga Kebanjiran, Situsi Makin Panas!

“Kami datang untuk menuntut kehidupan yang layak. Saat ini bantuan dari IOM sudah tidak layak untuk mencukupi kebutuhan hidup,” ujar Nuramin, dikutip pojoksatu.id dari instagram @pembasmii.kehaluan.

Ia menjelaskan bahwa sejak tahun 2023, bantuan yang diberikan kepada warga Rohingya terus mengalami pengurangan.

Tidak hanya bantuan tunai, biaya tempat tinggal dan layanan kesehatan seperti rumah sakit juga disebut sudah tidak lagi sepenuhnya ditanggung oleh IOM.

Baca Juga: Jasad Pramugari Pesawat ATR 42-500 Tersangkut Pohon Jurang Gunung Bulusaraung, Evakuasi Sulit

Nuramin membeberkan rincian bantuan yang diterima saat ini. Untuk pengungsi yang hidup sendiri, bantuan yang diberikan sebesar Rp1.050.000 per bulan.

Sementara untuk keluarga menerima Rp1.700.000, dan keluarga dengan satu anak mendapatkan Rp2.300.000 per bulan.

“Dengan jumlah uang segitu, kami tidak bisa mencukupi kebutuhan hidup. Sebagian besar habis untuk bayar kontrakan, biaya kesehatan, dan kebutuhan dasar lainnya,” ungkapnya.

Baca Juga: Pergerakan Jam Tangan Pintar Kopilot Farhan Dilapor ke Cyber Crime Polda, Belum Bisa Dipastikan Benar

Menurut Nuramin, kondisi tersebut membuat banyak warga Rohingya berada dalam situasi yang semakin sulit.

Ia berharap ada perhatian kembali dari pihak terkait agar bantuan yang diberikan disesuaikan dengan kebutuhan riil di lapangan.

Ia juga menyebutkan adanya perlakuan yang dirasakan berbeda antara pengungsi Rohingya dengan pengungsi dari negara lain.

Baca Juga: Cara Mengganti Nama di Zoom Lewat HP, Laptop, dan Komputer dengan Mudah

Karena itu, melalui aksi ini, mereka berharap suara mereka bisa didengar dan mendapatkan solusi yang lebih manusiawi.

Aksi damai ini menjadi gambaran nyata persoalan hidup pengungsi Rohingya di Pekanbaru yang masih menghadapi keterbatasan, meski telah bertahun-tahun menetap di Indonesia.***