POJOKSATU.id, JAKARTA -- Wakil Ketua Majelis Syuro PKS Hidayat Nur Wahid (HNW) mengungkap Anies Baswedan belum tentu bisa menjadi presiden meski mendirikan partai politik sendiri atau partai baru.

HNW mencontohkan nasib serupa yang dialami dua sosok politisi yang gagal menduduki posisi presiden atau wakil presiden meski sudah mendirikan partai politik. Kedua sosok itu yakni Budiman Sujatmiko dan Hari Tanoe.

Budiman mendirikan Partai Rakyat Demokratik (PRD). Lantaran partainya gagal menjadi peserta Pemilu, Budiman akhirnya memutuskan bergabung dengan PDI Perjuangan sebelum akhirnya diberhentikan.

Baca Juga: AC Milan Belum Pernah Menang, Hanya Jago di Pramusim, Furlani: Kami Dukung Fonseca, Tidak Usah Panik

Hary Tanoesoedibjo mendirikan Partai Perindo. Hari mendirikan Perindo setelah pecah kongsi dengan Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh.

Partainya juga tak berhasil membawa Hari menjadi kandidat capres di Pilpres 2024.

“Memang tidak otomatis bikin partai otomatis akan kemudian bisa jadi presiden enggak juga,” kata Hidayat di Kompleks Parlemen Senayan Jakarta, Selasa (3/9/2024).

Meski demikian, dia tak menampik ada tokoh yang berhasil meraih posisi presiden justru karena mendirikan partai politik sendiri.

Tokoh tersebut adalah Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono yang mendirikan Partai Demokrat.

Baca Juga: Singgung Bobby Nasution, Dokter RSUD Pirngadi Ini Ungkap Pasien Meninggal Gara-gara Tak Ada Obat

Seperti Anies, SBY mendirikan Partai Demokrat usai merasa memiliki potensi kecil jika berharap pada partai politik yang ada saat itu.

Dia pun pernah gagal maju menjadi wakil presiden saat bersaing dengan Hamzah Haz pada 2001.

“Dulu, Pak SBY saat mencalonkan diri sebagai Wakil Presiden di MPR bertarung dengan Pak Hamzah Haz dan lainnya, beliau kalah. Akhirnya, beliau membentuk Partai Demokrat dan berhasil menjadi Presiden pada 2004,” ujarnya.

Hubungan PKS dan Gubernur DKI Jakarta 2017-2022 itu ditengarai menjadi renggang usai menarik dukungan pada Pilkada Jakarta 2024.

Hidayat mengklaim, PKS sudah berupaya maksimal untuk mengusung Anies namun kerja sama tersebut buntu karena keduanya gagal menambah jumlah dukungan untuk memenuhi ambang batas.

Selama ini Partai Keadilan Sejahtera (PKS) selalu diidentikkan dekat dengan mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, kali ini partai tersebut mulai berani menyentilnya.***