POJOKSATU.id, Kota Bandung - Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, Herman Suryatman, menghadiri Rapat Koordinasi Transformasi Digital Layanan Publik Jawa Barat yang digelar di Ballroom Mercure Hotel, Kota Bandung, Kamis (12/9/2024).

Acara ini diselenggarakan bersama Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Jawa Barat, serta perwakilan Kominfo dari 27 kabupaten/kota.

Herman Suryatman menekankan pentingnya akselerasi transformasi digital di Jawa Barat, khususnya dalam layanan publik.

"Kami bersama Kepala Dinas Kominfo Jabar dan Kominfo kabupaten/kota berkonsolidasi untuk mempercepat transformasi digital, terutama dalam pelayanan publik," ujar Herman.

Baca Juga: LINK LIVE STREAMING Southampton vs Manchester United Liga Inggris 2024, Ajang Pembuktian Erik Ten Hag

Transformasi digital ini, menurutnya, bertujuan untuk memenuhi kebutuhan warga secara lebih cepat, mudah, murah, dan aman.

"Transformasi digital bukan hanya alat, tetapi intinya adalah untuk menyejahterakan masyarakat dan memberikan pelayanan publik terbaik," tambahnya.

Saat ini, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, melalui Diskominfo, telah meluncurkan Jabar Digital Service (JDS), yang berfungsi sebagai Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pusat Layanan Digital, Data, dan Informasi Geospasial.

JDS bertugas memanfaatkan data untuk meningkatkan kualitas layanan publik, mendorong literasi digital, dan menghasilkan produk digital guna mempercepat transformasi layanan publik di Jabar.

Pengembangan Sapawarga dan Ekosistem Data Jabar

Kepala Dinas Kominfo Jabar, Ika Mardiah, menjelaskan bahwa pihaknya telah mengembangkan Sapawarga, sebuah SuperApp yang memberikan kemudahan bagi warga untuk mengakses informasi, layanan, serta menyampaikan aspirasi.

Baca Juga: Kasat Lantas Polres Sumenep Bungkam Soal Terkuaknya Dugaan Pungli di Lingkungan Samsat dan Satpas

Selain itu, Ekosistem Data Jabar telah terintegrasi, mencakup Open Data Jabar, Satu Data Jabar, dan Satu Peta Jabar.

Ekosistem ini mencakup dua dashboard, satu untuk publik dan satu untuk eksekutif. Dashboard publik mencakup 12 sektor dan 32 subsektor, sementara dashboard eksekutif menyediakan data terkait kepegawaian, anggaran, dan indikator makro pembangunan.

Ekosistem Data Jabar kini memiliki 42.689 datasets, 198 geospatial datasets, 97 infografis, 72 visualisasi, dan 34 artikel.

Pada tahun 2024, lebih dari 1,4 juta orang mengakses Portal Data Jawa Barat, dengan 213.684 data diunduh oleh masyarakat.

Sistem ini juga telah direplikasi oleh 22 kabupaten/kota, dan terintegrasi dengan 27 kabupaten/kota serta Pusat.

Inovasi Blockchain untuk Layanan Publik

Jawa Barat juga telah mengimplementasikan teknologi blockchain pada aplikasi e-Pensiun untuk pencatatan Surat Keputusan Pensiun.

Data yang dicatat menggunakan blockchain bersifat anti-tamper, atau tidak bisa diubah setelah dicatat, memastikan keamanan dan transparansi.

Ke depan, teknologi blockchain berpotensi diimplementasikan pada sistem administrasi pajak, logistik, hingga sektor pertanian dan pendidikan.

Di sektor pertanian, misalnya, petani dapat memperoleh informasi yang lebih akurat mengenai kondisi tanah dan cuaca.

Sedangkan di sektor pendidikan, blockchain dapat digunakan untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam pendanaan pendidikan (BOPD).***