POJOKSATU.id, JAKARTA— Ketua Umum Ormas Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) Jaya, Rosario de Marshall alias Hercules, menanggapi tantangan duel yang dilayangkan Habib Bahar bin Smith.

Habib Bahar menentang preman-preman di Jakarta buntut tewasnya warga Pejompongan, Bambang Setiawan (59) seorang pedagang cermin yang dianiaya sekelompok orang, Kamis (27/8) lalu.

Hercules mengaku sudah seperti saudara dengan Habib Bahar dan memberikan karpet merah kepada Habib Bahar jika dia datang ke rumahnya.

Dalam tayangan video Instagram @rmol.id seperti dilihat Minggu (30/8), Hercules mengaku sudah menelepon Habib Bahar.

Baca Juga: Sembilan Kiai Sepuh Terpilih untuk Bermusyawarah Menentukan Ketua Umum PBNU 2026-2031

Hercules menyatakan bahwa dirinya dan Habib Bahar sudah seperti kakak-adik dan saudara.

“Habib Bahar dengan saya sudah kontak-kontakan. Kami dua sudah seperti kakak adik. Sudah seperti saudara,” kata Hercules.

Menurut Hercules, dia menelpon Habib Bahar tadi malam.

Dalam percakapan telepon tersebut, Hercules meminta Habib Bahar untuk tenang dan tidak mudah percaya kepada pihak-pihak lain yang mencoba mengadu domba mereka.

“Saya bilang Bib. Beliau tahu sendiri kan kalau bicara tidak ada putusnya kan. Saya bilang. Bib diam dulu Bib. Habib dengar saya dulu. Jangan Habib mendengar orang-orang,” ujarnya.

Baca Juga: Hercules Bantah Terlibat Kerusuhan Usai Demo 27 Agustus, Sebaliknya Imbau Tak Ikut Demonstrasi

“Selama ini, kita punya Tiktokan baik. Kalau kita saudara. Habib dengar saya dulu. Dia dengar,” ujarnya.

Hercules juga menjelaskan bahwa pasukannya memang turun ke jalan saat aksi, tetapi hanya berada di wilayah Jakarta Barat, bukan di lokasi pengeroyokan korban di Pejompongan, Jakarta Pusat.

Dia menyampaikan kepada Habib Bahar bahwa pasukannya memang turun ke jalan.

Tetapi hanya di wilayah Jakarta Barat, sementara pengeroyokan berujung tewasnya Bambang di Pejompongan, Jakarta Pusat.

“Bib aku ini mengamankan Jakarta Barat dan Jakarta Timur. Aku mengajak masyarakat Jakarta Barat agar jangan ikut-ikutan. Yang mati ini (Bambang Setiawan) Jakarta Pusat, jauh dari Jakarta Barat. Di daerah Pejompongan.

Kami itu tidak ke Pejompongan. Kami hanya seputar Jakarta Barat. Agar semua itu jangan dibakar,” ujarnya.

Hercules menduga ada orang yang mau mengadu domba dia dengan Habib Bahar.

“Jadi dengar dulu Bib. Orang ini mungkin lihat. Mungkin habib ini lah yang berani nantang Hercules. Tolong Habib jangan kuping tipis,”katanya.

Dari ujung telepon Hercules mengajak Habib Bahar untuk ngopi-ngopi di kantornya.

“Besok dia mau silaturahmi ke kantor saya. Habis kita silaturahmi, kita ngopi. Dengan senang hati aku kasih karpet merah buat Habib,” jelasnya.

“Habib datang dari rumah sampai kantor saya dengan selamat, harus kembali dari kantor saya dengan selamat,” ujarnya.***