POJOKSATU.id, JAKARTA-- Analis Komunikasi Politik, Hendri Satrio atau Hensat, membeberkan lima kesamaan antara Presiden Ketujuh Jokowi dengan Gubernur Jabar Dedi Mulyadi.

Dedi Mulyadi atau akrab disapa KDM memang menjadi daya tarik publik saat ini melalui pendekatan yang dia lakukan ke warga Jabar. Dan aksinya ini bisa ditonton di You Tube dan Instagram pribadinya.

Menurut Hendri Satrio, keduanya memiliki kemiripan dalam hal memikat hati rakyat. Dedi dan Jokowi piawai memainkan seni bercerita sehingga publik terpikat.

Cerita-cerita yang mereka sajikan baik melalui pidato hingga konten di media sosial selalu punya daya tarik.

Baca Juga: LAPOR DIRI PPG GT 2025 Universitas Muhammadiyah Metro, SEMUA LINK RESMI Ada di Sini, Perhatikan PENAMAAN FILE

Berikut lima kesamaan Dedi Mulyadi dengan Jokowi seperti dituturkan Hendri Satrio.

1.Drama atau Sandiwara

Memanfaatkan kesenangan atau hobinya sebagian masyarakat Indonesia yaitu nonton drama dan sandiwara.

“Dan sinetron, drama, sandiwara ini dimanfaatkan betul. Jadi selalu ada storytelling yang disampaikan oleh Jokowi dan Dedi Mulyadi,” ujar Hendri Satrio.

2.Kedepankan Populisme

Jokowi dan KDM juga dikenal sebagai figur yang mengedepankan populisme. Sehingga, aksi dan gesturnya di hadapan publik seperti sudah dirancang untuk menyasar masyarakat kecil.

Baca Juga: BAIS dan BIN Tak Bisa Digabungkan, Soleman B Ponto: Bagai Kutub Utara dan Kutub Selatan

“Keduanya pun terlihat sama-sama mengedepankan hal-hal populis untuk mendapatkan simpati rakyat," jelasnya.

3.Tampil Lebih Santai

Hensat juga menilai keduanya kerap tampil lebih santai sehingga menjadi pembeda dari pendahulu-pendahulunya yang cenderung kaku dan birokratis.

"Dan selain itu, keduanya banyak melakukan perbedaan-perbedaan dengan pejabat sebelumnya. Dari segi penampilan hingga gaya komunikasi, jadi keduanya diuntungkan karena pejabat sebelumnya yang lebih birokratis, lebih kaku, ini lebih santai," katanya.

4.Kedekatan dengan Rakyat

Hensat juga berpendapat Jokowi dan Dedi lebih mengutamakan kedekatan yang nyata dengan rakyat ketimbang proyek-proyek abstrak.

Baca Juga: Ingin Dapat Pasangan Hidup dari Sesama Konter Kreator, Aisar Khaled Berharap Berjodoh dengan Orang Indonesia

Program-program seperti infrastruktur yang dibangun oleh Jokowi atau pemberdayaan desa yang dilakukan Dedi terlihat lebih memiliki efek yang langsung dirasakan ke masyarakat.

"Baik Jokowi maupun Dedi Mulyadi lebih mengutamakan kedekatan yang lebih real ke rakyat. Jadi program-programnya juga banyak yang terlihat daripada yang sifatnya pembangunan karakter," bebernya.

5.Kesampingkan Visi Jangka Panjang

Gaya kepemimpinan Dedi dan Jokowi bukannya tanpa kritik. Ia menilai, pendekatan populis rawan mengesampingkan visi jangka panjang, atau narasi drama yang berlebihan bisa mengaburkan substansi.

"Namun, tak bisa dihindari, formula yang dijalankan Jokowi dan Dedi Mulyadi terbukti efektif menjaga dukungan publik, dan kemampuan mereka untuk tetap nyambung dengan rakyat menjadi pelajaran tersendiri," pungkasnya.

Demikian lima kesamaan Dedi Mulyadi dan Jokowi seperti dibeberkan Hendri Satrio atau Hensat.***