POJOKSATU.id, JAKARTA-- Brigjen (Purn) Hendrawan Ostevan eks BIN ditemukan tewas di laut Marunda, Jakarta Utara. Dugaan sementara korban alami kecelakaan lalu lintas.

Direktur Merah Putih Stratejik Institut (MPSI), Noor Azhari, mendesak agar pihak independen dilibatkan dalam penyelidikan kasus ini guna meminimalkan potensi bias.

Dia menuntut aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas kasus ini agar penyebab kematian Hendrawan dapat terungkap dengan jelas dan transparan.

Baca Juga: Nanang Gimbal Ternyata Pernah Shooting Bareng dengan Sandy Permana di Sinetron Mak Lampir

"Kematian ini harus diusut secara tuntas dan terang benderang. Jangan hanya melibatkan pihak Polairud saja, tetapi juga melibatkan tim independen untuk memastikan investigasi berjalan objektif," tegas Noor Azhari, Selasa (14/1/2025).

Lebih jauh, Noor Azhari mendesak agar pihak independen dilibatkan dalam penyelidikan guna meminimalkan potensi bias.

"Tim independen dari kalangan sipil perlu dilibatkan agar publik yakin bahwa penyelidikan ini benar-benar transparan," katanya.

Menurutnya, penemuan jasad Hendrawan Ostevan di laut Marunda menimbulkan berbagai tanda tanya. Noor Azhari menyoroti sejumlah kejanggalan.

Baca Juga: Catat! Kriteria Peserta PPG Daljab Kemenag Tahun 2025, Siap-Siap Dimulai Bulan Maret

"Dari hasil informasi yang beredar, tubuh korban ditemukan memiliki banyak memar. Ini menimbulkan pertanyaan apakah kejadian ini murni kecelakaan atau ada unsur kekerasan yang melatarbelakangi," ungkapnya.

Dalam penelusuran CCTV yang diungkap polisi, mobil yang dikendarai korban melaju menyusuri Kade 07-08 hingga ke ujung dermaga sampai jatuh ke laut.

Noor Azhari juga menyinggung kemungkinan adanya konflik internal di kalangan intelijen yang mungkin terkait dengan insiden tersebut.

"Kita tidak bisa menutup kemungkinan adanya perseteruan di dalam kelompok intelijen. Hal ini perlu dicermati lebih dalam oleh aparat hukum," ujarnya.

Baca Juga: Raih 29 Suara, Khairunnisak Lubis Terpilih sebagai Ketua FJPI Sumut Periode 2025-2027

Menurut Noor Azhari, pengungkapan fakta yang terang benderang sangat penting untuk menjaga kepercayaan publik terhadap institusi negara.

"Ini bukan sekadar kasus kematian biasa. Ada dimensi yang lebih dalam yang menyangkut kredibilitas aparat dan institusi negara. Oleh karena itu, semua pihak harus serius dalam menyelidiki kasus ini," kata Noor Azhari.

Keterangan Polda Metro Jaya

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi mengatakan Brigjen (Purn) TNI Hendrawan Ostevan mengendarai mobilnya ke Dermaga KCN Marunda sebelum akhirnya ditemukan meninggal dunia. Hal itu diketahui dadi rekaman CCTV sekitar lokasi.

"Telah ditemukan rekaman CCTV yang berisi diduga korban melaju menggunakan 1 unit mobil Toyota Vios nopol B-1606-LB masuk ke Dermaga KCN Marunda pada 00.35 WIB," ujarnya, Selasa (14/1/25).

Dalam CCTV terekam mobil Toyota Vios dengan nomor polisi B-1606-LB yang dikendarai korban terus melaju hingga ujung dermaga sampai jatuh ke laut.

“Penelusuran CCTV ditemukan mobil yang kendarai korban tersebut melaju menyusuri Kade 07-08 hingga ke ujung dermaga sampai jatuh ke laut,” ungkapnya.

Kasus kematian Hendrawan Ostevan eks BIN ini tengah didalami terkait penyebab kematian korban.***