POJOKSATU.id - Jagat media sosial Indonesia tengah dihebohkan dengan kemunculan sebuah website yang diklaim dapat menghitung besaran anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) secara realtime.
Situs tersebut ramai diperbincangkan setelah sebuah video viral di berbagai platform.
Video itu pertama kali diunggah oleh akun media sosial bernama @hafghufa.
Dalam unggahannya, ia memperlihatkan tampilan sebuah website yang menampilkan angka anggaran program MBG yang terus bergerak naik setiap detik.
Dalam layar situs tersebut terlihat angka yang cukup mencengangkan.
Total anggaran yang ditampilkan disebut telah mencapai sekitar Rp114 triliun.
Pemilik akun dalam video itu kemudian mencoba menjelaskan bagaimana sistem di website tersebut menghitung pengeluaran dana program MBG.
Dari tampilan yang terlihat, angka pengeluaran disebut bergerak sekitar Rp10,6 juta setiap detik.
Jika dihitung dalam satu menit, nilai tersebut setara dengan sekitar Rp637 juta.Sementara dalam satu jam, jumlahnya diperkirakan mencapai sekitar Rp38 miliar.
Yang membuat banyak orang semakin terkejut adalah ketika angka tersebut dihitung dalam satu hari.
Berdasarkan tampilan di situs itu, total pengeluaran dana MBG bisa mencapai sekitar Rp917 miliar per hari.
Selain menampilkan estimasi pengeluaran program, website tersebut juga memperlihatkan informasi lain seperti pendapatan dapur yang disebut terus bertambah sejak pukul 00.00 WIB.
Dalam video yang beredar, angka pendapatan dapur hari itu sudah menembus lebih dari Rp1 juta dan terus meningkat.
Website yang disebut dalam video tersebut adalah biayambg.vercel.app.
Meski demikian, pemilik akun mengaku tidak mengetahui apakah data yang ditampilkan dalam situs tersebut berasal dari sumber resmi atau tidak.
Ia hanya menyebut website itu menarik karena memberikan gambaran mengenai besarnya potensi anggaran program tersebut.
Tak butuh waktu lama, video itu langsung menyebar luas dan memancing berbagai komentar dari netizen.
Sebagian mengaku terkejut dengan angka yang ditampilkan.
Namun ada juga yang mengingatkan agar masyarakat tidak langsung mempercayai informasi tersebut.
Pasalnya situs tersebut bukan laman resmi pemerintah dan sumber data yang digunakan tidak dijelaskan secara rinci.***




