POJOKSATU.ID - Kampung Kramat, Kelurahan Setu, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur, mendadak berubah mencekam pada Minggu pagi, 16 November 2025.

Sejumlah warga yang tengah membersihkan area permukiman dibuat terkejut setelah mendengar suara lirih mirip tangisan kucing dari tumpukan sampah.

Saat dicek, sumber suara itu ternyata seorang bayi perempuan yang tergeletak dalam kondisi nyaris membeku.

Bayi itu ditemukan di sebuah kantong plastik hitam tepat di dekat tumpukan sampah rumah tangga.

Baca Juga: Penting! Ahli Waris PNS Bisa Klaim Gaji 4 Bulan dari Taspen, Ini Syarat dan Besarannya

Kaget sekaligus panik, warga langsung membawanya ke Puskesmas Kecamatan Cipayung untuk mendapatkan pertolongan pertama.

“Masih hidup, hanya tadi sedikit kebiruan saja,” ujar petugas Puskesmas, Harjanto, saat ditemui Tempo, dikutip Minggu 16 November 2025.

Menurut Harjanto, bayi itu berada dalam kondisi memprihatinkan saat pertama kali tiba di Puskesmas.

Meski denyut jantungnya stabil, ia tampak mengalami hipotermia ringan karena terlalu lama berada di ruang terbuka tanpa perlindungan.

Baca Juga: 50 Contoh Soal UTS-PTS Semester Ganjil Kelas X SMA, PPKN Materi Pancasila, Kebinekaan hingga Hak dan Kewajiban Warga Negara

Penemuan bayi bermula saat warga melakukan kerja bakti massal di sekitar Kampung Kramat.

Salah satu petugas PPSU yang ikut terlibat mendengar suara aneh dari arah tempat sampah. Mengira suara kucing, ia menghampiri.

Namun betapa terkejutnya ia saat melihat tubuh mungil bayi terbungkus kain tipis dalam kantong plastik.

“Ada terdengar suara seperti kucing. Setelah dicek, ternyata bayi menangis. Jadi langsung dibawa ke sini,” kata Harjanto menggambarkan kondisi awal penemuan.

Beberapa warga ikut mengiringi PPSU mengantarkan bayi tersebut ke Puskesmas.

Mereka mengaku tidak menyangka suara lirih itu ternyata tangisan bayi yang baru sehari lahir.

Setelah diperiksa bidan, bayi tersebut diperkirakan baru berusia sekitar satu hari.

Tanda itu terlihat dari kondisi kulit yang sudah tak lagi merah seperti bayi baru lahir, serta tali pusat yang masih basah.

Baca Juga: 50 Contoh Soal UTS-PTS Semester Ganjil Kelas X SMA, PPKN Materi Pancasila, Kebinekaan hingga Hak dan Kewajiban Warga Negara

“Perkiraan umurnya sudah satu hari,” ucap Harjanto.

Meski awalnya kebiruan dan menangis lemah, kondisi bayi perlahan membaik setelah mendapatkan penanganan medis berupa penghangatan tubuh dan pemeriksaan vital.

Sekitar pukul 11.00 WIB, bayi tersebut dirujuk ke RSUD Pasar Rebo untuk pemeriksaan lanjutan.

Pihak puskesmas menyebut tindakan lanjutan dibutuhkan untuk memastikan tidak ada infeksi atau masalah kesehatan lain akibat pembuangan.

Baca Juga: 98 Persen Cakupan, Tapi Apa UHC Indonesia Sudah Benar-benar Siap di Akhir 2025?

“Kira-kira jam 11 pagi sudah dipindahkan,” kata Harjanto.

Hingga artikel ini diturunkan, status kesehatan bayi dilaporkan stabil. Namun identitas orang tua dan pelaku pembuangan masih menjadi misteri.

Kejadian ini menambah daftar panjang kasus pembuangan bayi di wilayah Jakarta Timur.

Polisi disebut telah menerima laporan dan tengah melakukan penyelidikan, termasuk memeriksa CCTV di sekitar lokasi.

Warga berharap pelaku dapat segera ditemukan. Selain karena alasan kemanusiaan.

Pembuangan bayi merupakan tindak pidana berat dan bisa dijerat Undang-Undang Perlindungan Anak.

Kasus bayi dibuang bukan pertama kali terjadi di Jakarta. Beberapa tahun terakhir, laporan serupa kerap muncul.

Mulai dari bayi ditemukan di pinggir sungai hingga di depan tempat ibadah.

Kasus seperti ini selalu berkaitan dengan tekanan sosial, ekonomi, atau kehamilan yang tak diinginkan.

Baca Juga: Ahli Waris PNS Bisa Dapat Banyak Hak dari Taspen! Catat Ini Daftar Tunjangan yang Wajib Kamu Tahu

Namun apa pun alasannya, pembuangan bayi selalu meninggalkan luka mendalam, baik bagi korban maupun lingkungan sekitar.

Sejumlah warga yang mengetahui kasus ini menyampaikan empati dan berharap bayi tersebut mendapat keluarga yang layak.

Meski begitu, petugas menegaskan bahwa proses adopsi hanya dapat dilakukan melalui jalur resmi pemerintah dan dinas sosial demi keselamatan si bayi.

Sejauh ini, bayi telah mendapatkan perawatan dari tenaga medis dan pengawasan dinas sosial melalui proses rujukan resmi RSUD Pasar Rebo.***