POJOKSATU.id – Sebuah video yang beredar di media sosial mendadak mencuri perhatian publik.

Dalam video itu, tampak sejumlah petugas melakukan pemeriksaan terhadap minuman siap saji di sebuah lokasi yang disebut-sebut sebagai bagian dari.

Razia Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Bukan hanya visualnya yang membuat heboh, tetapi juga caption yang menyertai video tersebut.

Baca Juga: Miris! Guru Videokan Sekolah Ambruk Lalu Diminta Minta Maaf, Publik, Mengapa Pelapor Justru Disalahkan?

Di situ tertulis: “BPOM: Ini Daftar Minuman Siap Saji Yang Berbahaya Untuk Kesehatan Khususnya Anak-anak."

" Yang Kami Razia Berupa Minuman Siap Saji, Contohnya Power F dan Ale-ale.”

Ungkapan yang ditulis apa adanya dalam caption itu langsung memantik kekhawatiran.

Baca Juga: Putih Sari Sosialisasikan Program Makan Bergizi Gratis di Rawamerta Karawang

Dua nama minuman yang disebut  Power F dan Ale-ale selama ini dikenal luas sebagai

Produk minuman dalam kemasan yang mudah ditemui di warung, kantin sekolah, hingga minimarket.

Popularitasnya yang besar di kalangan anak-anak membuat klaim tersebut terasa mengganggu, apalagi jika benar dianggap “berbahaya” dan telah “dirazia” oleh BPOM.

Baca Juga: Putih Sari Sosialisasikan Program Makan Bergizi Gratis di Rawamerta Karawang

Namun, ketika informasi itu mulai ditelusuri, muncul kenyataan yang tidak sesederhana isi caption tersebut.

Video yang viral itu tidak disertai keterangan lokasi, waktu, maupun penjelasan resmi dari BPOM.

Tidak ada juga potongan suara petugas yang menyebut secara langsung dua merek minuman yang dituding.

Baca Juga: Nama Faisal Tanjung Disorot, Laporannya Bikin Dua Guru Dipecat dan Hampir Penjara, Honorer Tetap Tak Digaji

Yang tersisa hanyalah caption yang beredar bebas, dibagikan ulang tanpa konteks.

Di sisi lain, penelusuran terhadap pemberitaan dan informasi yang pernah dipublikasikan menunjukkan bahwa BPOM.

Memang rutin melakukan pengawasan terhadap berbagai produk makanan dan minuman siap saji.

Baca Juga: PPPK Paruh Waktu 2026, Benarkah Ada Pengangkatan Baru? Ini Faktanya

Terutama menjelang hari-hari besar atau saat ditemukan indikasi pelanggaran izin edar.

Razia semacam ini lazim dilakukan untuk memastikan produk yang beredar memenuhi standar keamanan pangan.

Namun, tidak ditemukan publikasi resmi yang secara tegas menyebut Power F atau Ale-al sebagai minuman yang “berbahaya untuk anak-anak” maupun produk yang sedang “dirazia”.

Baca Juga: PPPK Paruh Waktu 2026, Benarkah Ada Pengangkatan Baru? Ini Faktanya

Menariknya lagi, justru terdapat sejumlah pernyataan dari pihak yang berwenang di berbagai daerah yang pernah menegaskan bahwa.

Produk seperti Power F dan Ale-ale aman dikonsumsi oleh orang dewasa dan memiliki izin edar.

Pernyataan itu muncul dalam konteks klarifikasi terhadap isu sebelumnya, ketika dua merek minuman tersebut juga pernah terseret rumor serupa.

Artinya, kasus viral kali ini bukan kali pertama nama dua minuman itu dihubungkan dengan peringatan palsu yang belum terbukti kebenarannya.

Meski demikian, isu ini tidak serta-merta bisa diabaikan. Sekalipun dua merek tersebut tidak terbukti “berbahaya” sebagaimana klaim viral.

Minuman siap saji pada umumnya memang mengandung gula yang tinggi.

Baca Juga: Nama Faisal Tanjung Disorot, Laporannya Bikin Dua Guru Dipecat dan Hampir Penjara, Honorer Tetap Tak Digaji

Perisa tambahan, serta bahan lain yang jika dikonsumsi secara berlebihan dapat berdampak pada kesehatan anak.

Dokter dan lembaga kesehatan kerap mengingatkan bahwa konsumsi minuman manis secara rutin dapat meningkatkan risiko obesitas.

Gangguan metabolisme, dan masalah gigi pada anak-anak.

Baca Juga: Side Job yang Cocok untuk Gen Z! Peluang Tambahan Penghasilan di Era Digital

Di sinilah orang tua wajib lebih selektif memilih minuman untuk buah hati.

Dalam suasana informasi digital yang begitu cepat, apa pun yang menyangkut anak-anak memang lebih mudah memicu kepanikan.

Sebuah caption yang ditulis tanpa konteks dapat berkembang menjadi kekhawatiran massal.

Baca Juga: Operasi Zebra 2025 Dikhawatirkan Jadi Ajang Tilang Semena Mena, Publik Was Was

Video viral tersebut menjadi contoh bagaimana informasi yang belum jelas sumbernya bisa membentuk persepsi sebelum fakta sebenarnya dipastikan.

Video yang viral boleh saja memicu diskusi, tetapi kebenaran tetap harus dituntun oleh data yang sahih, bukan caption yang ditulis tanpa penjelasan memadai.***