POJOKSATU.id - Viral dugaan praktik penyelewengan distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi kembali memantik amarah warga.

di Kecamatan Bandar Sribhawono, Lampung Timur. Pada Minggu malam, 16 November, warga menggerebek SPBU 24.341.128

di Desa Srimenanti setelah memergoki aktivitas mencurigakan berupa pengisian solar ke sebuah truk bertangki besar di luar jam operasional resmi.

Baca Juga: Tabel Pensiun 2025 Resmi Dirilis! Cek Kenaikan Golongan I-IV dan Dampaknya bagi PPPK

Kericuhan bermula sejak siang hari ketika antrean truk pengguna solar mengular hingga puluhan meter di area SPBU.

Para sopir menunggu lama dengan harapan mendapatkan solar bersubsidi yang semakin sulit didapat di wilayah tersebut.

Namun sekitar pukul 16.00 WIB, pihak SPBU mengumumkan bahwa stok solar telah habis dan mesin pengisian mengalami gangguan teknis, sehingga pelayanan dihentikan total.

Baca Juga: Resmi! 4.047 PPPK Tahap 2 dan Paruh Waktu Dilantik di Sulsel, Gubernur Tekankan Integritas dan Disiplin

Banyak sopir dan warga pulang dalam keadaan kecewa dan kesal karena telah menunggu berjam-jam tanpa kejelasan.

Namun keganjilan mulai terlihat ketika malam hari. Sekitar pukul 21.35 WIB, warga yang masih berada di sekitar.

Lokasi melihat sebuah truk bertangki dengan bak kayu berwarna kuning masuk ke area SPBU yang sebenarnya sudah tutup.

Baca Juga: Tabel Pensiun 2025 Resmi Dirilis! Cek Kenaikan Golongan I-IV dan Dampaknya bagi PPPK

Situasi SPBU saat itu gelap dan pagar telah tertutup rapat, sehingga kehadiran truk tersebut langsung memicu kecurigaan.

Beberapa warga memutuskan mengawasi dari kejauhan. Tak lama kemudian, mereka melihat dua nozel solar menyala dan digunakan untuk mengisi tangki truk tersebut.

Aktivitas pengisian dilakukan dengan cepat dan tanpa kehadiran antrean seperti pada siang hari, sehingga dugaan praktik penyalahgunaan solar kian menguat.

Warga yang merasa dirugikan langsung mendekat dan menggerebek area SPBU.

Mereka mempertanyakan alasan pengisian BBM dilakukan secara diam-diam di luar jam operasional, padahal pada siang hari solar dinyatakan habis.

Baca Juga: Kemenag Ungkap Jadwal Lengkap PPG Daljab Kemenag Batch IV 2025, Cek Tahapan Setelah Lolos Administrasi!

Beberapa warga juga menilai bahwa tindakan tersebut sangat merugikan masyarakat yang membutuhkan solar bersubsidi untuk aktivitas sehari-hari.

Menurut keterangan warga, selama beberapa minggu terakhir stok solar di SPBU tersebut memang sering dinyatakan habis lebih cepat dari biasanya.

Hal ini menambah dugaan bahwa praktik penyelewengan mungkin sudah berlangsung lebih dari sekali.

Baca Juga: Tabel Pensiun 2025 Resmi Dirilis! Cek Kenaikan Golongan I-IV dan Dampaknya bagi PPPK

Beberapa sopir truk yang rutin melintas di wilayah itu mengaku tidak heran jika SPBU ini kembali diprotes karena dianggap tidak transparan dalam mendistribusikan solar bersubsidi.

Warga meminta pemerintah daerah, terutama Dinas Perdagangan dan aparat kepolisian Lampung Timur, segera turun tangan melakukan investigasi menyeluruh.

Mereka menilai perilaku nakal oknum SPBU sangat merugikan masyarakat dan dapat memicu kelangkaan solar lebih parah jika tidak ditindak tegas.

Baca Juga: PPPK vs DPR RI, Ternyata PPPK Disebut Bukan Karir, Netizen Nyindir DPR Juga Kontrak, tapi Kok Dapat Pensiun?

Aksi penggerebekan itu sempat menjadi tontonan warga sekitar, meskipun situasi akhirnya terkendali.

Warga berharap peristiwa ini tidak berulang dan pihak berwenang bisa memastikan distribusi solar bersubsidi berjalan sesuai aturan.

Mereka menegaskan bahwa pengawasan terhadap SPBU harus diperketat agar tidak ada lagi celah bagi oknum yang memanfaatkan situasi untuk keuntungan pribadi.

Hingga artikel ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pengelola SPBU.

Warga masih menunggu tindakan konkret dari aparat serta kejelasan apakah praktik.

Pengisian solar malam hari tersebut merupakan kegiatan legal atau bagian dari upaya penyimpangan yang disengaja.**