POJOKSATU.id, PANYABUNGAN—Fenomena unik yang belum diketahui penyebabnya muncul di tengah Masjid Al Muhajirin Parbangunan, Panyabungan, Mandailing Natal (Madina), Sumut.
Sebuah titik panas muncul di tengah masjid yang berlokasi di pinggir Jalan Lintas Sumatera ini.
Fenomena munculnya titik panas mulai terjadi sejak Jumat (3/4) dan terus bertambah hingga mencapai lebih dua meter pada Sabtu siang (4/4).
Kepala Desa Parbangunan, Miswar menjelaskan, suhu panas yang awalnya hanya berkisar satu meter persegi, kini telah meluas menjadi lebih dari dua meter persegi pada Sabtu siang.
Baca Juga: Puluhan Tahun Diam, Gunung Sorik Marapi Alami Gempa Vulkanik Dalam 115 Kali, Status Level II
Menurutnya, kejadian ini mulai terlihat pada Jumat (3/4). Namun baru Sabtu pagi warga melaporkannya ke aparat desa.
Akibat kejadian langka ini, warga bersama Pemerintah Desa Parbangunan lalu memanggil pihak PLN, aparat TNI dan Polri, serta ahli dari PT SMGP dan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).
“Suhu panas yang muncul tiba-tiba dari bawah lantai keramik hingga ke tiang masjid, kini semakin bertambah panas dan melebar,” katanya.
Miswar menjelaskan, panas yang awalnya hanya menjangkau satu meter persegi, kini telah meluas menjadi lebih dari dua meter persegi.
Pihak Pemerintahan Desa Parbangunan dan aparat meminta untuk sementara masjid agar jangan dulu melaksanakan ibadah sholat berjamaah sebelum dapat dipastikan penyebab suhu panas ini.
Himbauan ini disampaikan menyusul meningkatnya suhu panas di dalam masjid yang berlokasi tidak jauh dari rumah dinas Bupati Madina ini.
"Untuk sementara kita himbau warga dan jemaah Masjid agar menjauhi titik panas, mengingat fenomena ini belum dapat dipastikan penyebabnya," ucap Miswar.
Sorik Marapi Waspada
Sementara itu, Gunung Sorik Marapi yang berlokasi di Kecamatan Puncak Sorik Marapi, Kabupaten Mandailing Natal, mengalami peningkatan status.
Sejak Jumat (3/4) pukul 21.00 WIB, status gunung yang telah puluhan tahun diam ini dinaikkan statusnya menjadi level II atau Waspada.
Gunung Sorik Marapi berjarak puluhan kilometer dari Masjid Parbangunan.
Plt Kepala Badan Geologi, Dr Lana Saria, dalam relisnya menyebutkan, tercatat lonjakan gempa yang cukup tajam dalam dua terakhir.
Dalam dua hari terakhir terjadi 115 kali Gempa Vulkanik Dalam (VA) dan 4 kali gempa terasa.
Hingga pukul 18.00 WIB, Jumat (3/4), terekam kembali 49 kali gempa vulkanik dalam dengan intensitas hingga Skala IV MMI.
Sehubungan dengan status Waspada ini, pemerintah mengeluarkan sejumlah rekomendasi penting.
Masyarakat dan wisatawan dilarang keras melakukan aktivitas dalam radius 1.500 meter dari pusat kawah utama.
Selain itu, area Kawah Sibanggor Tonga dan Kawah Sibanggor Julu harus segera dikosongkan untuk menghindari potensi bahaya gas beracun dan semburan lumpur yang bisa terjadi tiba-tiba.
“Semua pihak diminta menjaga situasi kondusif dan tidak menyebarkan berita bohong (hoax). Percayalah hanya pada informasi resmi melalui Website Magma Indonesia atau kanal resmi Badan Geologi,” tegasnya.




