POJOKSATU.id – Isu soal stok BBM Indonesia yang disebut hanya tersisa sekitar 20 hingga 23 hari sempat membuat publik khawatir.
Pernyataan tersebut viral di media sosial setelah potongan video penjelasan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia beredar luas.
Namun Bahlil menegaskan informasi tersebut kerap disalahartikan. Ia menyebut angka 23 hari bukan berarti BBM Indonesia akan habis setelah periode tersebut.
Baca Juga: Harapan dan Doa Mantan Menag Quraish Shihab untuk Presiden Prabowo!
Menurutnya, angka tersebut hanya menggambarkan kapasitas cadangan atau daya tampung penyimpanan BBM nasional saat ini.
“Yang dimaksud dengan BBM 21 sampai 23 hari itu adalah cadangan yang ada sekarang. Tapi bukan berarti itu habis baru ini bisa masuk terus,” kata Bahlil dikutip pojoksatu.id dari Youtube ESDM.
Ia menjelaskan bahwa sistem pasokan BBM bekerja secara berkelanjutan. Saat cadangan digunakan, pasokan baru dari produksi dalam negeri maupun impor akan terus masuk.
“Jadi jangan dipikir bodoh satu hari itu minyak kita habis. Bukan itu maksudnya,” ujarnya.
Bahlil mengibaratkan sistem cadangan BBM seperti tandon air di rumah. Ketika air digunakan, persediaan akan kembali terisi.
“Dia itu semacam bak. Dipakai keluar, nanti masuk lagi karena produksi kita jalan terus dan impor juga jalan,” jelasnya.
Lebih lanjut, Bahlil juga mengakui kapasitas cadangan energi Indonesia memang masih terbatas. Selama ini Indonesia hanya memiliki daya tampung sekitar 25 hari.
“Perintah Bapak Presiden Prabowo harus kita bangun minimal storage kita 3 bulan. Itulah standar nasional,” tegas Bahlil.
Karena itu pemerintah berencana meningkatkan kapasitas cadangan energi nasional hingga mencapai standar baru sekitar tiga bulan.***




