POJOKSATU.id– Publik kembali dihebohkan setelah pemerintah mengungkap rencana mengevaluasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya dari sisi gizi, tetapi juga dari sisi kecerdasan anak.
Pemerintah memastikan bahwa setelah satu tahun pelaksanaan, siswa penerima MBG akan menjalani evaluasi menyeluruh.
Termasuk kemungkinan pengukuran perkembangan otak lewat tes IQ.
Pernyataan itu disampaikan langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan. Ia menegaskan bahwa pemerintah ingin melihat dampak nyata dari konsumsi makanan bergizi yang diberikan setiap hari.
“Nanti setelah satu tahun makan bergizi kita ukur ya, kita ukur kalau sebelum makan bergizi bagaimana fisiknya, pertumbuhannya termasuk tentu pertumbuhan otak gitu,”
ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis, 29 Januari 2026, dikutip POJOKSATU.id dari Liputan6.
Rencana ini menggemparkan publik karena pemerintah untuk pertama kalinya akan menilai efek gizi melalui indikator kognitif.
Tes IQ disebut tengah dipertimbangkan sebagai alat ukur untuk melihat perubahan perkembangan otak siswa.
Seiring upaya memastikan program MBG benar-benar memberi dampak jangka panjang.
Sebelumnya, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Raden Pardede juga menyampaikan bahwa evaluasi MBG akan melibatkan lembaga independen untuk menilai perkembangan fisik dan kognitif, termasuk potensi pengukuran IQ.
Informasi ini turut menguatkan wacana tes kecerdasan dalam evaluasi MBG, dikutip POJOKSATU.id dari Tempo.
Meski menuai perdebatan, sejumlah pakar menyebut pengukuran kognitif penting untuk memberikan bukti ilmiah apakah intervensi gizi benar-benar memengaruhi kecerdasan.
Namun mereka juga mengingatkan bahwa peningkatan IQ dipengaruhi banyak faktor, sehingga metodologi evaluasi harus transparan.
Program MBG sendiri merupakan program bantuan gizi terbesar di Indonesia.
Menjangkau lebih dari 60 juta penerima manfaat. Dengan skala masif seperti itu, pemerintah menilai evaluasi yang komprehensif mutlak perlu dilakukan.***




