POJOKSATU.id - Usulan mengejutkan datang dari Ketua OC Reuni Akbar 212, Muhammad bin Husein Alatas
Yang meminta pemerintah menjadikan tanggal 2 Desember sebagai Hari Ukhuwah Indonesia sekaligus hari libur nasional.
Gagasan itu disampaikan langsung di hadapan Wakil Menteri Agama Romo Muhammad Syafi'i dan.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung saat Reuni Akbar 212 berlangsung di kawasan Monas, Jakarta Pusat, Selasa 2 Desember 2025.
Baca Juga: Bahlil Tegaskan BBM dan Gas Elpiji di Sumut Tak Kurang, Terkendala Akses Jalan Terputus-putus
Dalam sambutannya yang ditunggu ribuan peserta.
Muhammad bin Husein Alatas menegaskan bahwa momentum 212 telah menjadi bagian penting dalam perjalanan sosial dan.
kKbangsaan masyarakat Indonesia selama hampir satu dekade terakhir.
Baca Juga: Beasiswa Studi Singkat Australia Awards in Indonesia 2026, Peluang Emas untuk Profesional Tanah Air
“Saya ingin usul, mumpung ada wamenag dan Gubernur DKI Jakarta,"
"bagaimana kalau 212 ini acara momentum besar ini diusulkan jadi Hari Ukhuwah Indonesia, 2 Desember jadi libur nasional,”
kata Muhammad bin Husein Alatas disambut sorakan peserta dikutip dari akuratco.
Menurutnya, penetapan libur nasional tersebut akan memudahkan masyarakat dari berbagai daerah untuk.
Berkumpul dan mengikuti agenda tahunan tanpa terbentur aktivitas pekerjaan maupun sekolah.
“Jadi kalau 2 Desember jatuh hari senin, selasa atau apa tetap libur nasional kita tetap bisa kumpul di Monas,” ujarnya.
Respons Wamenag Dicatat, Akan Dilaporkan ke Presiden
Usulan itu langsung ditanggapi Wamenag Romo Muhammad Syafi'i yang hadir mewakili pemerintah pusat.
Dalam sambutannya, Romo memberi sinyal bahwa wacana tersebut tidak berhenti begitu saja.
“Usulan dari ketua OC tadi, saya belum bisa jawab hari ini. Tapi paling tidak sudah saya catat usulan untuk dijadikan libur nasional."
"Tapi apakah bisa atau tidak, saya harus sampaikan kepada Presiden Prabowo Subianto,” jelasnya.
Pernyataan itu membuat suasana di lapangan semakin riuh.
Meski belum ada kepastian, publik menilai respons Wamenag menunjukkan bahwa pintu pembahasan terbuka lebar
Dan kemungkinan penetapan Hari Ukhuwah Indonesia bisa masuk ke agenda pemerintah.
Antusiasme Massa dan Sorotan Publik
Reuni Akbar 212 tahun ini kembali menyedot perhatian nasional. Ribuan peserta dari berbagai daerah memadati kawasan Monas sejak subuh.
Rangkaian acara seperti doa bersama, tausiah, hingga orasi kebangsaan berlangsung tertib.
Usulan menjadikan 2 Desember sebagai libur nasional pun menjadi pembahasan paling ramai di media sosial.
Warganet memperdebatkan makna Ukhuwah Indonesia, urgensi libur nasional tambahan, hingga simbol historis gerakan 212.
Bagi para peserta yang hadir, gagasan itu dianggap sebagai bentuk penghargaan terhadap perjalanan panjang gerakan 212 sebagai momentum pemersatu umat.
Sementara di kalangan masyarakat umum.
Baca Juga: Bahlil Tegaskan BBM dan Gas Elpiji di Sumut Tak Kurang, Terkendala Akses Jalan Terputus-putus
Qacana ini dinilai akan menjadi perhatian besar pemerintah karena menyangkut regulasi hari libur nasional yang selama ini ditentukan melalui keputusan presiden.
Hingga kini pemerintah belum memberikan jawaban resmi.
Namun proses pencatatan usulan oleh Wamenag dinilai menjadi langkah awal sebelum dibahas lebih lanjut di tingkat pusat.***




