POJOKSATU.id — Pernyataan Presiden Prabowo Subianto dalam acara Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) 2025 menjadi sorotan publik.
Dalam forum resmi tersebut, Prabowo secara terbuka meminta maaf kepada para menterinya karena selama ini kerap memanggil mereka untuk bekerja pada akhir pekan.
Sikap ini jarang terlihat dalam gaya komunikasi pemimpin nasional.
Baca Juga: Resmi Masuk RAPBN 2026! Skema Single Salary Siap Ubah Cara Guru ASN Terima Penghasilan
Di hadapan pejabat tinggi negara dan pelaku industri, Prabowo menyampaikan,
“Saya juga minta maaf sering panggil Sabtu Minggu.”
Kutipan ini disampaikan langsung dalam sambutan resminya, sebagaimana dilaporkan CNBC Indonesia.
Pernyataan itu tidak berhenti pada permintaan maaf semata. Prabowo mengungkap bahwa sejak awal dirinya berencana mengurangi beban kerja akhir pekan bagi jajaran kabinet.
Baca Juga: Waka DPRD DKI Basri Baco Dukung Penuh Pergub Larangan Daging Anjing, Masyarakat Sudah Lama Menunggu
Bahkan, ia sempat menargetkan bahwa mulai 2026, tidak ada lagi rapat Sabtu–Minggu.
Namun, rencana tersebut berubah setelah ia menerima laporan tentang kondisi pendidikan anak-anak di pelosok Indonesia.
Dalam keterangannya, Prabowo menyebut bahwa ia melihat video anak-anak yang harus menyeberangi sungai dan melewati jembatan tali untuk mencapai sekolah.
Baca Juga: Resmi Masuk RAPBN 2026! Skema Single Salary Siap Ubah Cara Guru ASN Terima Penghasilan
Situasi itu membuatnya mengurungkan niat untuk meliburkan rapat akhir pekan dalam waktu dekat.
Di hadapan tamu undangan PTBI 2025, Prabowo mengatakan bahwa kondisi tersebut menjadi beban moral tersendiri.
Ia menegaskan, pemerintah tidak bisa menunda pekerjaan ketika masih banyak persoalan dasar yang belum terselesaikan.
“Anak-anak kita masuk sungai, basah-basah, kelasnya banjir. Ini beban moral,” ujar Prabowo, dikutip dari Detik.
Baca Juga: Resmi Masuk RAPBN 2026! Skema Single Salary Siap Ubah Cara Guru ASN Terima Penghasilan
Melihat langsung kenyataan tersebut, Prabowo menegaskan bahwa rapat akhir pekan tetap diperlukan demi mempercepat pembangunan yang mendesak, terutama infrastruktur jembatan di wilayah terpencil.
Menurutnya, agenda percepatan pembangunan harus bergerak cepat tanpa mengenal hari libur, setidaknya sampai titik-titik kritis itu berhasil diperbaiki.
Oleh sebab itu, rencana penghentian rapat Sabtu–Minggu akan ditunda hingga setidaknya tahun 2027.
Prabowo menegaskan bahwa keputusan ini bukan soal ambisi pribadi, melainkan tuntutan keadaan.
Dalam penjelasan lengkapnya, Prabowo mengatakan, “Mungkin 2027 tidak lagi rapat Sabtu-Minggu,” mengisyaratkan harapan bahwa sejumlah pekerjaan dasar dapat selesai sebelum tahun tersebut.
Sebagai langkah nyata, Prabowo juga mengumumkan pembentukan satuan tugas khusus untuk membangun jembatan di wilayah-wilayah yang aksesnya sangat terbatas.
Baca Juga: Prabowo Janji Bangun 300 Ribu Jembatan! Publik Bingung Mimpi Besar atau Janji Langit?
Ia bahkan membuka peluang kolaborasi lintas sektor, termasuk mahasiswa teknik sipil, TNI, serta Polri.
Langkah percepatan ini menandai bahwa pemerintah tengah menempatkan persoalan akses pendidikan dan keselamatan warga sebagai prioritas nasional.
Menurut Prabowo, tidak boleh ada anak yang mempertaruhkan nyawa hanya untuk berangkat sekolah.
Kebijakan mempertahankan rapat akhir pekan juga menunjukkan gaya kepemimpinan Prabowo yang mengedepankan kerja intensif.
Namun, permintaan maaf terbuka kepada para menteri menjadi catatan penting: ia menyadari batas kemampuan manusia dalam menjalankan tugas negara, sekaligus menghormati waktu pribadi para pejabatnya.
Meski demikian, Prabowo menegaskan bahwa tanggung jawab negara terhadap rakyat berada di atas segalanya.
Baca Juga: Single Salary ASN 2026 Gaji Tunggal Siap Menghapus Kesenjangan Guru Sertifikasi vs Non-sertifikasi
Pernyataan-pernyataan ini memperlihatkan bagaimana ia berusaha menjaga keseimbangan antara empati terhadap jajaran pemerintah dan keharusan menyelesaikan persoalan mendesak di lapangan.
Sampai kini, wacana penghentian rapat Sabtu–Minggu masih sebatas rencana yang akan dievaluasi ulang pada 2027.
Semua bergantung pada progres pembangunan, terutama infrastruktur jembatan yang menjadi fokus utama pemerintah dalam beberapa tahun ke depan.
Baca Juga: Resmi Masuk RAPBN 2026! Skema Single Salary Siap Ubah Cara Guru ASN Terima Penghasilan
Melalui sikap terbuka dan penjelasan detail dalam PTBI 2025, Prabowo kembali menegaskan bahwa pemerintahannya menempatkan percepatan pembangunan sebagai prioritas strategis.
Sembari menunjukkan pendekatan komunikatif yang berbeda dari rezim sebelumnya.***


.webp)

