POJOKSATU.id – Presiden Prabowo Subianto baru-baru ini menyampaikan sebuah permintaan sederhana namun penuh empati.
Agar anak-anak sekolah tidak lagi dikerahkan untuk menyambut kunjungannya di pinggir jalan saat kunjungan kerja.
Permintaan ini muncul saat ia meresmikan sejumlah proyek infrastruktur, termasuk Jembatan Kabanaran di Bantul, Yogyakarta.
Baca Juga: Daftar Sekarang Juga! Beasiswa Kuliah ke China 2026 untuk Pelajar Indonesia Tanpa TOEFL
Di satu sisi, Prabowo mengakui bahwa sambutan dari para siswa sungguh menghangatkan hati.
Ia bahkan mengaku “terharu” dan menyebut bahwa energi dari wajah-wajah anak-anak itu membuatnya “tambah muda” dan bersemangat.
Namun di sisi lain, muncul perasaan prihatin yang kuat para siswa terkadang harus menunggu lama di bawah terik matahari hanya untuk berdiri menyambut konvoi pejabat.
Baca Juga: Tak Ditahan Bukan Berarti Aman, Status Lisa Mariana Kini Menunggu Nasib di Tangan Jaksa
“Kadang-kadang konvoi saya lajunya cepat, sehingga saya tidak ada waktu untuk berdiri menyambut mereka,” ucap Prabowo.
Kekhawatiran lain menyentuh ranah pendidikan dengan dikerahkan menyambut pejabat, anak-anak bisa kehilangan waktu sekolah yang seharusnya digunakan untuk belajar.
“Saya takut nanti bisa mengurangi waktu jam sekolah mereka,” tambahnya.
Baca Juga: Tak Ditahan Bukan Berarti Aman, Status Lisa Mariana Kini Menunggu Nasib di Tangan Jaksa
Karena itu, Prabowo meminta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya untuk mengirim surat edaran.
Kepada para bupati dan wali kota agar tidak lagi mengerahkan siswa menyambutnya di jalan.
Ia ingin anak-anak tetap berada di lingkungan sekolah, di kelas masing-masing, bukan berdiri di pinggir jalan panas.
Sebagai alternatif interaksi, Prabowo menyarankan agar para siswa menonton kunjungannya lewat televisi.
Jika memang ia ingin bertemu langsung, dia bahkan siap masuk ke ruang kelas untuk bertatap muka.
“Kalau mereka mau lihat bisa mungkin dari TV kalau saya mau, saya akan masuk ke ruang kelas saja,” ujarnya.
Tapi permintaan ini bukan berarti Prabowo menolak sambutan sama sekali.
Ketika kondisi memungkinkan misalnya panas tidak terlalu menyengat atau menunggu tidak terlalu lama.
Baca Juga: Tak Ditahan Bukan Berarti Aman, Status Lisa Mariana Kini Menunggu Nasib di Tangan Jaksa
Ia menyatakan tidak keberatan jika anak-anak menunggu dan menyambutnya.
Justru, sambutan itu memberinya dorongan semangat dan rasa terhubung dengan rakyat, terutama generasi muda.
Keputusan ini mencerminkan pendekatan kepemimpinan yang manusiawi dan memperhatikan kesejahteraan anak-anak.
Alih-alih menuntut acara ritual demi citra, Prabowo memilih mengutamakan kenyamanan dan hak belajar siswa.
Baca Juga: Tak Minta Keringanan! Hakim Djuyamto Tantang Majelis, Vonis Saya Seadil Adilnya
Di tengah hiruk-pikuk protokoler pejabat negara, dia mencoba menegaskan bahwa sekolah tak seharusnya dijadikan ajang seremoni semata.***




