POJOKSATU.id - Beberapa waktu belakangan ini, Rumah Sakit (RS) Medistra yang berada di Jakarta Selatan, sedang ramai diperbincangkan dikalangan masyarakat.
Hal ini merupakan imbas dari adanya pengunduran diri salah satu dokter spesialis Onkologi, yang bekerja di fasilitas kesehatan tersebut.
Pasalnya, dokter spesialis yang mengundurkan diri, dr. Diani Kartini menyebut jika ia memutuskan mengundurkan diri lantaran adanya kebijakan pembatasan penggunaan hijab di kalangan tenaga medis.
Terkait berita yang beredar di masyarakat tersebut, akhirnya pihak RS Medistra membuka suara dengan memberikan klarifikasi secara terbuka.
Dalam klarifikasinya, RS Medistra meminta maaf dan menyesal atas terjadinya kesalahpahaman pada saat proses interview, yang dilakukan oleh salah satu karyawannya. Selasa (3/9/2024).
"Sebagai penyelenggara layanan kesehatan, RS Medistra selalu patu terhadap peraturan yang berlaku, dan senantiasa menghargai berbagai keberagaman, memberikan kesempatan tanpa memandang suku, ras, agama, dan golongannya," ujar Direktur Utama, Dr. Agung Budisatria.
Selain itu, ia juga menyampaikan jika RS Medistra sudah memiliki peraturan kepegawaian yang mengatur tentang standar penampilan dan perilaku, yang sama sekali tidak melarang penggunaan hijab bagi seluruh pegawainya.
Adapun ketentuan tersebut, merupakan peraturan yang diterapkan sehari-hari di RS Medistra. Hal itu, dibuktikan dengan banyaknya dokter spesialis maupun tenaga medis lainnya, yang menggunakan hijab pada saat bertugas.
Baca Juga: Lengkap Cerita Reflektif dan Jawaban, Soal Latihan Pemahaman Modul 1 Topik 4 PPG Guru Tertentu 2024
"RS Medistra sangat menghargai perbedaan keyakinan, serta menjamin seluruh hak karyawan untuk beribadah sesuai keyakinan masing-masing. Salah satunya dengan menyediakan menyediakan sarana ibadah dan menyelenggarakan kegiatan kerohanian," sambungnya.
Bukan hanya itu saja, dalam keterangannya, pihak management RS Medistra juga telah mengambil tindakan tegas, dengan memberikan teguran dan pembinaan kepada karyawan tersebut.
Bahkan, RS Medistra mengaku tidak lagi mengikutsertakan pihak terkait dalam tim interview calon karyawan RS Medistra.
"Selanjutnya kami berkomitmen untuk terus meningkatkan proses rekrutmen karyawan, serta operasional rumah sakit agar dapat memberikan pelayanan terbaik, bagi seluruh masyarakat," terangnya.
Baca Juga: Gaya Hidup Sederhana Paus Fransiskus, Menolak Menginap di Hotel dan Menggunakan Mobil Sipil
Pasalnya, diketahui jika polemik Larangan berhijab bagi karyawan RS Medistra tersebut, diterima dr. Diani Kartini melalui rekan dan kerabatnya, pada saat proses interview calon dokter umum, yang dilakukan pada (28/8/2024) silam.***



