POJOKSATU.ID- Proses pembangunan Jalan Jalur Lintas Selatan di daerah Planjan, Saptosari, Gunungkidul, Yogyakarta, harus dihentikan untuk sementara.

Pasalnya, ada temuan besar di jalur tersebut ketika pekerja proyek sedang melakukan proses pengerukan tanah.

Pekerja proyek tak sengaja menemukan gua bawah tanah, di mana lokasi tersebut awalnya bertujuan untuk menyambungkan jalan yang belum terhubung.

Dalam video yang beredar di media sosial, gua bawah tanah itu dipenuhi oleh harta karun berupa stalaktit dan stalakmit yang masih aktif.

Baca Juga: Operasi Zebra 2024 , Semua Ornamen Pelanggaran Melalui Teknologi Face Recognition

Luas gua diperkirakan mencapai 30x30 meter dan tinggi kurang lebih 5 meter.

Terlihat dengan jelas stalaktit menggantung di langit-langit gua dan masih meneteskan air.

Sedangkan stalagmit yang berada di lantai gua, berdiri tegak menghadap ke atas.

Pemandangan ini sangat indah, karena stalaktit dan stalakmit terbentuk dengan proses panjang hingga ribuan tahun.

Baca Juga: Ingin jadi Pemain Film Layar Lebar? Janci Mutaroe Open Casting Sekarang, Ini Kriteria dan Syaratnya, Baruan Daftar di Sini

Stalaktit dan stalakmit terbentuk dari rembesan air hujan yang menetes ke dalam gua, kemudian ada proses kimia yang membuat tetesan itu mengendap hingga membentuk "harta karun" yang indah untuk dilihat.

Diketahui, gua bawah tanah di Gunungkidul ini merupakan bagian dari perbukitan dan pegunungan kapur.

Pemandangan indah di dalam gua yang sudah beredar di media sosial, membuat warga sekitar berbondong-bondong datang ke lokasi.

Namun, pihak proyek pembangunan Jalan Jalur Lintas Selatan sudah menutup akses untuk masuk ke gua dengan batu.

Baca Juga: Sosok Dudy Purwagandhi Bukan Orang Sembarangan, Direktur Maskapai yang Jaya di Udara dan Laut

Hal ini dilakukan agar gua tetap alami dan keamanan untuk warga karena lokasinya berada di ujung tebing.

Selain itu, stalaktit dan stalagmit sangat lunak, karena bukan merupakan batu mulia, sehingga bisa rusak ketika disentuh oleh jari manusia.

Di sisi lain, warga sekitar mengatakan bahwa ingin agar gua tersebut dijadikan destinasi wisata baru di Gunungkidul.

Lalu, pembangunan Jalan Jalur Lintas Selatan bisa didesain ulang agar tak mengganggu lokasi gua bawah tanah tersebut.

Baca Juga: Ini Dia PANGGUNG RAKYAT Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden RI, Ada 7 Titik Panggung, Sebaran Lokasi dan Daftar Artis Pengisi Acara

Saat ini, pihak terkait dari Pemerintah Provinsi Yogyakarta akan melakukan kajian untuk meneliti temuan gua ini.

Dinas Lingkungan Hidup setempat juga akan bekerja sama dengan beberapa pakar untuk mengetahui tindak lanjut terhadap penemuan ini.

Penemuan gua bawah tanah ini, pertama kali ditemukan pada hari Selasa, 15 Oktober 2024 sekitar pukul setengah 10 malam.

Untuk masuk ke gua tersebut harus merangkak karena aksesnya masih sempit dan belum dibuka.

Kondisinya masih gelap dan harus memakai senter untuk melihat bagian dalam.

Baca Juga: Jelang Kepulangan Jokowi ke Solo, Warga dan Pemkot Surakarta Siap Iringi Perjalanan Hingga Kediaman

Menurut pengakuan pekerja proyek yang sudah masuk ke dalam gua, tak ada kehidupan sama sekali di dalam gua.

Kini, masyarakat yang ingin melihat keindahan "harta karun" di dalam gua tersebut hanya bisa menyaksikannya melalui video yang sudah beredar di media sosial.

Untuk bisa melihat langsung keindahan stalaktit dan stalakmit aktif, sebenarnya bisa mengunjungi Gua Gong di Pacitan, Jawa Timur, karena di dalamnya sudah didesain sedemikian rupa agar bisa dijadikan destinasi wisata.***