POJOKSATU.id - Ketua Umum DPP Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, mengumumkan susunan kepengurusan baru untuk Partai Golkar periode 2024 2029, diantaranya ada nama yang menarik perhatian publik, termasuk Yahya Zaini dan Idrus Marham.

Dalam struktur Pengurus Lengkap Partai Golkar 2024 2029, tercatat Yahya Zaini diangkat sebagai Ketua DPP Partai Golkar Bidang Organisasi, sementara Idrus Marham menjabat sebagai Wakil Ketua Umum Partai Golkar Bidang Fungsi Kebijakan 2.

Namun, keputusan ini memicu berbagai reaksi, terutama karena rekam jejak keduanya yang sempat kontroversial di masyarakat.

Nama Yahya Zaini kembali ramai dibahas setelah akun media sosial X membagikan tangkapan layar yang menyorot sejarah kasus video pribadinya bersama Maria Eva, yang sempat heboh pada tahun 2006.

Baca Juga: Jokowi Datang ke Jakarta, Masih Diisukan Bergabung dengan Golkar, Begini Tanggapan Bahlil Lahadalia

Dalam unggahannya, akun tersebut juga menampilkan pemberitaan berjudul, "Bahlil Tunjuk Yahya Zaini Ketua DPP Golkar 2024-2029." Reaksi netizen pun beragam, banyak yang mengkritik penunjukan Yahya Zaini.

Seorang netizen dengan akun @Za******* menuliskan: "Tadinya orang sudah lupa dan sekarang memori masyarakat dihidupkan lagi, padahal sudah uzur. Kenapa gak main aman saja dan jangan muncul lagi ke publik. Fokus saja ke keluarga dan profesi yg digeluti."

Sementara itu, akun lain seperti @Da********** menambahkan, "Mereka pikir setelah sekian tahun mengasingkan diri, publik sudah lupa dengan masa lalu dia."

Kasus video yang melibatkan Yahya Zaini dan Maria Eva dulu sempat menjadi sorotan besar. Pada 2006, Maria Eva mengakui bahwa video asusila tersebut direkam menggunakan ponsel dan ia mengaku sempat hamil dua bulan akibat hubungannya dengan Yahya, namun didesak untuk menggugurkan kandungannya.

Baca Juga: Sekjen Golkar Bela Bahlil Soal Boleh Tabrak Aturan Asal Tak Ketahuan, Itu Satire Keadaan Saat Ini

Video itu memperlihatkan Yahya yang diduga bertelanjang dada di kamar hotel, dan sempat beredar luas di media sosial. Hubungan mereka terjalin sekitar lima tahun, sejak Maria Eva mengisi acara Golkar, namun berakhir karena tekanan dari pihak keluarga Yahya.

Netizen yang mengetahui kisah lama ini banyak yang mengkritik keputusan Golkar. Salah satu akun, @skyuno***** mengomentari: "Indonesia tidak mengenal cancel culture."

Selain Yahya Zaini, penunjukan Idrus Marham sebagai Wakil Ketua Umum Fungsi Kebijakan Publik 2 juga menuai sorotan.

Baca Juga: Sekjen Golkar Bela Bahlil Soal Boleh Tabrak Aturan Asal Tak Ketahuan, Itu Satire Keadaan Saat Ini

Idrus pernah terlibat dalam kasus korupsi proyek PLTU Riau-1 pada 2018 bersama Eni Maulani Saragih, anggota DPR-RI, yang akhirnya membuatnya harus menjalani hukuman. ***


#Ikuti aplikasi berita [Pojok Satu] di Play Store dan App Store: [Android] dan [iOS] untuk mendapatkan informasi terbaru.