POJOKSATU.id - Media sosial mendadak geger setelah kabar penghentian sementara program Makan Bergizi Gratis (MBG) mencuat di tengah perayaan Tahun Baru Imlek dan memasuki awal Ramadan 2026.
Banyak warganet mempertanyakan alasan di balik jeda distribusi yang dianggap terjadi di momen sensitif.
Namun fakta resmi menunjukkan, penghentian ini bukanlah pembatalan program, melainkan penyesuaian teknis sesuai jadwal libur nasional.
Baca Juga: Survei Indikator: Kepuasan Publik ke Dedi Mulyadi Tembus 95,5 Persen
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, menegaskan bahwa jeda tersebut telah diatur melalui Surat Edaran Nomor 3 Tahun 2026.
Ia memastikan masyarakat tidak perlu resah karena program MBG tetap berjalan dan akan kembali beroperasi sesuai jadwal yang ditentukan.
"Pada periode cuti bersama dan libur Tahun Baru Imlek, yakni 16-17 Februari 2026, tidak dilakukan pendistribusian MBG,"
Tulis Dadan dikutip Pojoksatu.id dari web resmi BGN dan Kompas 17/2/2026.
Baca Juga: Imlek 2026 Tahun Kuda Api, Energi Membara dan Ujian Emosi di Awal Tahun
Tidak berhenti di situ, ia juga menegaskan bahwa jeda berlangsung hingga memasuki masa awal Ramadan. "Distribusi MBG baru akan dimulai kembali pada 23 Februari 2026," tuturnya.
Pernyataan ini sekaligus membantah spekulasi liar di media sosial yang menyebut program tersebut dihentikan total.
Menurut Dadan, penyesuaian jadwal merupakan hal wajar dalam mekanisme operasional lembaga pemerintah.
Baca Juga: Tarawih Pertama Masjid Muhammadiyah di Daerah Bencana di Garoga dan Hutagodang Tapsel
Terlebih saat libur besar nasional yang memengaruhi logistik dan layanan teknis.
"Penyesuaian pelayanan MBG pada periode hari libur dan cuti bersama dimaksud bersifat sementara dan tidak mengubah petunjuk teknis secara permanen."
"Setelah periode libur dimaksud berakhir, pelayanan MBG kembali mengikuti ketentuan operasional normal sesuai juknis yang berlaku," tegas Dadan dikutip Pojoksatu.id dari detik.
Fakta ini menegaskan bahwa program MBG tidak mengalami pemotongan anggaran, tidak dihentikan permanen, dan tidak mengurangi manfaat bagi kelompok sasaran.
Baca Juga: Imlek 2026 Tahun Kuda Api, Energi Membara dan Ujian Emosi di Awal Tahun
Masyarakat pun diimbau untuk mengacu pada informasi resmi pemerintah agar tidak terjebak pada kabar simpang siur yang marak beredar.***




