POJOKSATU.id, MAKASSAR-- Suasana perayaan HUT ke-80 RI di RSUD Daya Kota Makassar Sulsel mendadak jadi sorotan publik setelah video lomba 17 Agustus yang digelar di lobi rumah sakit ini viral di media sosial dan dikaitkan dengan kematian seorang pasien ICU.
Video yang tersebar luas itu memperlihatkan sejumlah pegawai RSUD Daya mengikuti lomba khas perayaan kemerdekaan dengan iringan musik dan tawa peserta.
Perekam video, yang diduga salah satu keluarga pasien, menilai kegiatan tersebut mengganggu pelayanan dan suasana rumah sakit.
Baca Juga: Dedi Mulyadi Viral Lagi Gara-gara Munculnya Sosok Nyi Roro Kidul di Kirab Merah Putih Jawa Barat
Kabar makin ramai setelah beredar potongan pesan WhatsApp yang menyebut seorang pasien meninggal dunia di ruang ICU saat lomba berlangsung.
Hal ini memunculkan persepsi publik bahwa kegiatan lomba berhubungan dengan meninggalnya pasien.
Klarifikasi RSUD Daya Makassar
Humas RSUD Daya, Wisnu, membenarkan adanya kegiatan lomba di lobi utama rumah sakit pada Jumat (15/8) pukul 13.00 hingga 16.00 WITA.
Ia menegaskan lomba tersebut tidak mengganggu pasien karena ruangan perawatan, termasuk ICU, berada di lantai dan gedung yang berbeda.
Baca Juga: Kreativitas dan Kolaborasi Menjadi Sorotan di 'Saling Senggol' FSRD ITB
“Memang kemarin ada kegiatan lomba di area lobi lantai 1. Kebetulan di lantai 2 ruang ICU ada pasien yang meninggal. Memang beda ruangan, beda lantai, tidak ada kaitannya,” ujar Wisnu, Sabtu (16/8).
Wisnu juga menambahkan bahwa kegiatan dilaksanakan setelah jam pelayanan pasien dan hanya diikuti oleh pegawai yang sedang lepas dinas.
“Peserta lomba adalah staf rumah sakit yang tidak sedang bekerja, sehingga pelayanan tidak terganggu,” jelasnya.
Respons dan Empati
Meski membantah adanya hubungan antara lomba dan meninggalnya pasien, pihak RSUD Daya tetap menyampaikan belasungkawa.
“Kami mewakili manajemen menyampaikan bela sungkawa kepada pihak keluarga pasien yang meninggal, dan kami telah memfasilitasi ambulans untuk mengantar jenazah ke rumah duka,” kata Wisnu.
Pihak rumah sakit juga menduga viralnya video disebabkan karena keluarga pasien yang melintas di area lobi merekam suasana lomba, kemudian menyebarkannya ke media sosial.
Wisnu menegaskan hingga kini tidak ada keluhan resmi dari pihak keluarga pasien yang meninggal terkait kegiatan tersebut.
Peristiwa ini menjadi sorotan publik dan perbincangan di jagat maya, memunculkan pertanyaan mengenai batas antara merayakan hari kemerdekaan dan menjaga ketenangan di ruang pelayanan kesehatan. ***




