POJOKSATU.id - Suasana Rakernas Partai Solidaritas Indonesia (PSI) di Makassar mendadak hening ketika Ketua Umum PSI, Kaesang Pangarep, tak mampu menahan tangis saat menyampaikan pidato penutupan.
Momen emosional itu sontak membuat ribuan kader terdiam sebelum akhirnya memberikan tepuk tangan panjang.
Kaesang yang biasanya tampil santai dan penuh humor tiba-tiba kehilangan kata-kata ketika melihat antusiasme kader dari berbagai daerah.
Baca Juga: Ada Apa Ya? Heboh Pertemuan Misterius Prabowo dengan Tokoh Oposisi, Begini Penjelasannya!
Dengan suara tercekat, Kaesang berkata, "Selamat siang, saya ini jujur sebenarnya harus membaca dari pidato ini, cuma saya enggak bisa, mohon maaf,"
Ucapnya sambil menghapus air mata, dikutip kompas dan Youtube PSI 31/1/2026
Dalam momen penuh haru itu, Kaesang menegaskan bahwa PSI tidak boleh berhenti pada pencapaian hari ini.
Baca Juga: Subsidi LPG 3 Kg Tanpa Tabung, Akankah BLT Jadi Solusi atau Masalah Baru?
Ia mengajak seluruh kader untuk menatap Pemilu 2029 dengan tekad penuh.
"Cuma satu hal yang saya akan janjikan ke teman-teman semua. Bahwa PSI akan menjadi partai yang sangat besar di kemudian hari," tegas Kaesang.
Ia melanjutkan, "Saya minta tolong kerja sama untuk bisa bekerja keras saling gotong royong supaya cita-cita kita bisa tercapai."
Seruan ini membuat ruangan kembali bergemuruh oleh dukungan para kader yang meneriakkan target kemenangan PSI pada Pemilu 2029.
Baca Juga: Subsidi LPG 3 Kg Tanpa Tabung, Akankah BLT Jadi Solusi atau Masalah Baru?
Rakernas tahun ini menjadi penanda penting konsolidasi PSI.
Selain memperkuat barisan, PSI juga mulai menyiapkan strategi nasional untuk memperluas basis dukungan.
Momen tangis Kaesang dianggap sebagai simbol investasi emosional dan keseriusannya menakhodai partai menuju pertarungan politik lima tahun mendatang.***




