POJOKSATU.id, JAKARTA— Heboh pertemuan Presiden Jokowi dengan Prabowo dan Erick Thohir di Istana Bogor disebut membahas Pilpres 2024. Ternyata membahas masalah industri pertahanan nasional.
Menurut Direktur Eksekutif Fixpoll Indonesia, Mohammad Anas RA, pertemuan Jokowi dengan Prabowo dan Erick Thohir disinyalir mendiskusikan wacana keduanya berpasangan di pertarungan Pilpres 2024.
"Bahwa Pak Prabowo dan Pak Erick Thohir keduanya adalah menteri kesayangan pak Jokowi yang memiliki niat yang sama maju di Pilpres," kata Anas, Rabu (19/7).
Soal peluang apakah pakah dua tokoh itu akan berpasangan, Anas memandang hal ini tergantung dengan kalkulasi politik.
Sebab hari ini Gerindra telah berkoalisi dengan PKB. Sehingga keputusan ada di tangan Prabowo dan Muhaimin Iskandar.
"Hemat saya, Prabowo menggandeng Erick Thohir jika pertimbangannya modal politik dan Prabowo menggandeng Muhaimin jika pertimbangan gerbong struktural," tandasnya.
Menteri Pertahanan RI sekaligus Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto mengunggah foto makan siang bersama Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Menteri BUMN Erick Thohir di akun Instagram pribadinya @prabowo.
Lokasi pengambilan foto di unggahan Prabowo itu berada di Istana Bogor pada Minggu (16/7).
Erick Bantah Bahas Pilpres 2024
Sementara Menteri BUMN Erick Thohir membantah pertemuan itu membahas Pilpres 2024. Namun hanya membahas masalah industri pertahanan nasional.
"Kan sudah dijelaskan kemarin bahwa pertemuan dengan Pak Prabowo dan Bapak Presiden itu lebih bicara mengenai industri pertahanan. Di mana kalau kita lihat konteks sekarang, geopolitik kita tidak boleh kalah dalam membangun industri pertahanan," kata Erick Thohir kepada wartawan di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Rabu (19/7).
Erick memastikan itu merupakan pertemuan biasa dan hal yang wajar. Karena dia dan Prabowo merupakan menteri dari Presiden Jokowi.
"Tidak, tidak (bahas soal politik). Saya rasa pertemuan konteks antara menteri dengan Bapak Presiden itu hal-hal yang konteksnya biasa saja, karena memang perlu ada percepatan," tutur Erick.
"Apalagi ini kan pemerintahan ini kan tinggal satu tahun lebih jadi ya tidak ada salahnya juga presiden mendorong, kalau bisa ada percepatan juga untuk tadi berbagai macam industri juga," tambah Erick Thohir. ***




