POJOKSATU.id - Baru saja dilantik sebagai Hakim Mahkamah Konstitusi (MK), Adies Kadir langsung membuat publik heboh.

Bukan karena putusan, tetapi karena pernyataan tegasnya ia tidak akan menangani perkara yang berkaitan dengan Partai Golkar.

Partai tempatnya berkarier politik sebelum masuk ke MK.

Baca Juga: Jelang Putaran III, PSMS Resmi Depak Vitor Barata, Pemain Asing Ini Diduga Penggantinya

Pernyataan mengejutkan itu disampaikan Adies di Istana Negara, Jakarta, setelah resmi diambil sumpah oleh Presiden Prabowo Subianto pada 5 Febuari 2026.

Ia menegaskan akan menjaga integritas lembaga dan menghindari segala potensi konflik kepentingan.

“Tentunya kalau di Mahkamah Konstitusi itu kan ada aturan-aturan ya."

Baca Juga: Pemkot Bandung Jamin Gaji dan Perlindungan Karyawan Bandung Zoo Selama Masa Transisi

"Kalau terkait dengan dianggap ada conflict of interest, pasti otomatis hakim akan mengundurkan diri dari panel atau majelis tersebut,” ucap Adies, dikutip pojoksatu.id dari antaranews 5/2/2026.

Komitmen itu dipertegas lagi olehnya, terutama bila perkara yang muncul berkaitan dengan Partai Golkar.

“Ya, kemungkinan saya juga akan mengambil langkah seperti itu kalau ada kasus-kasus terkait dengan Partai Golkar,” tegasnya.

Baca Juga: 711 Satwa Bandung Zoo Resmi di Bawah Pengawasan Negara, Kemenhut Ambil Alih Perawatan Penuh

Sikap tegas ini langsung menyedot perhatian publik. Pasalnya, isu konflik kepentingan di MK menjadi sorotan sejak beberapa tahun terakhir.

Langkah Adies dianggap sebagai upaya “membersihkan meja” sebelum memasuki arena penting penjaga konstitusi.

Adies menegaskan bahwa keputusan itu bukan manuver politik, melainkan bentuk kepatuhan terhadap prinsip dasar MK.

“Jadi sesuai dengan Undang-Undang, inilah yang harus nanti saya laksanakan di sana, menjaga segala macam hukum dan juga hal-hal yang mengenai konstitusi dan ideologi negara,” pungkasnya.

Dengan pernyataan ini, Adies memperlihatkan garis batas yang jelas antara masa lalunya sebagai politisi dan perannya kini sebagai penjaga konstitusi.

Baca Juga: Daftar Lengkap Sekolah Kedinasan di Indonesia 2026, Peluang Kerja Menjanjikan Sejak Lulus

Publik kini menantikan bagaimana sikap tersebut diterapkan dalam perkara-perkara strategis yang mungkin masuk ke MK dalam waktu dekat.***.