POJOKSATU.id – Dunia medis Indonesia mendadak riuh setelah dokter konsultan jantung anak senior, dr. Piprim Basarah Yanuarso, menyampaikan pengakuan mengejutkan melalui unggahan pribadinya.

Dalam pernyataannya, ia menulis, "Akhirnya saya dipecat oleh Menkes Budi Gunadi Sadikin."

Dikutip Pojoksatu.id dari akun instagramnya @dr.piprim 16/2/2026.

Baca Juga: Benarkah Sistem Politik Indonesia Terlalu Mahal? Bamsoet Ungkap Pesan Prabowo Soal Biaya Politik!

Kalimat singkat itu sontak memancing perhatian publik dan memicu polemik yang menggelinding cepat di media sosial.

dr. Piprim menjelaskan bahwa pemecatan tersebut berkaitan dengan sikapnya selama ini yang menolak kebijakan mutasi jabatan.

Ia menegaskan keberatannya bukan tanpa alasan.

Baca Juga: Kesempatan Emas! BPJS Kesehatan Cari PATT Sekretaris dan Protokoler Full Time, Cek Syaratnya!

Dalam kutipan lain, ia menyampaikan "Setelah perjuangan sekian lama menolak mutasi yg bernuansa hukuman akibat saya memperjuangkan independensi kolegium ilmu kesehatan anak."

Pernyataan tersebut menyoroti konflik yang telah lama bergulir mengenai posisi dan kewenangan kolegium dalam sistem pendidikan spesialis.

Menurutnya, kolegium harus tetap berdiri sebagai lembaga ilmiah yang independen, bukan berada di bawah struktur kendali pemerintah.

Baca Juga: Siapa Lebih Kaya? Data Resmi Ungkap Gaji Menteri Kalah Jauh dari Anggota DPR

dr. Piprim juga mengingatkan bahwa keputusan Mahkamah Konstitusi pernah menguatkan posisi tersebut.

Ia menulis, "Walaupun akhirnya Mahkamah Konstitusi memutuskan bahwa kolegium harus independen yang artinya perjuangan kami di IDAI sesuai dengan konstitusi."

Isu ini kian memanas setelah muncul perbedaan versi antara pihak dokter dan institusi kesehatan.

Meski dr. Piprim menilai pemecatan itu berkaitan dengan perjuangannya mempertahankan independensi, dokumen ASN yang beredar menyebut pemberhentian dilakukan karena pelanggaran disiplin.

Dualisme narasi inilah yang membuat publik semakin bertanya-tanya mengenai apa yang sebenarnya terjadi di balik layar.

Baca Juga: Benarkah Sistem Politik Indonesia Terlalu Mahal? Bamsoet Ungkap Pesan Prabowo Soal Biaya Politik!

Ramainya respons di media sosial menunjukkan betapa sensitif dan pentingnya isu ini.

Banyak tenaga kesehatan dan masyarakat yang terpecah pandangan.

Ada yang mendukung perjuangan independensi kolegium, ada pula yang menilai langkah administrasi pemerintah sudah prosedural.

Baca Juga: Siapa Lebih Kaya? Data Resmi Ungkap Gaji Menteri Kalah Jauh dari Anggota DPR

Hingga kini masih belum ada klarifikasi dari pihak kementrian kesehatan.

Polemik ini masih bergulir dan menjadi salah satu peristiwa paling menyita perhatian di sektor kesehatan nasional.***