POJOKSATU.id – Drama panjang yang sempat membuat publik penasaran akhirnya selesai sudah.

Ketua Umum PBNU, Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya, memastikan bahwa seluruh persoalan internal yang beberapa pekan terakhir menjadi sorotan nasional kini telah tuntas.

Pernyataan itu disampaikan seusai pertemuan jajaran PBNU di Pondok Pesantren Miftachussunnah, Surabaya, Minggu 28 Desember 2025.

Baca Juga: Makan Bareng Gus Ipul di Kediaman Rais Aam PBNU, Gus Yahya Ungkap Hampir Tak Marah dan Benci

Pertemuan yang berlangsung sederhana itu menjadi titik balik meredanya seluruh ketegangan yang sempat menghiasi dinamika PBNU.

Tidak ada rapat emosional, tidak ada pembahasan panjang yang memanas.

Para pimpinan PBNU hanya berkumpul untuk berselawat dan bersilaturahim.

Baca Juga: Sempat Ditunda, Kemenkes Akhirnya Umumkan 189 Pelamar Lulus Seleksi Administrasi Rekrutmen Tenaga GF-ATMR 2026, Cek Nama dan Jadwal Tes Wawancara

Namun justru melalui pertemuan yang hangat itu, seluruh mispersepsi dan ketegangan luluh begitu saja.

"Ya Alhamdulillah, silaturrahim ini adalah momentum untuk mengukuhkan apa yang telah disepakati di Lirboyo pada hari Kamis yang lalu,"

kata gus yahya dikutip pojoksatu.id dari antarajatim

Baca Juga: Roy Suryo Dkk Tersangka, Muslim Arbie Anggap Kekuasaan Saat Ini Berupaya Lindungi Jokowi

"Pokoknya sekarang kembali bersama, itu saja. Kembali bersama, kembali bersama seperti semula," ungkapnya.

 

Struktur PBNU Kembali Seperti Semula

Salah satu poin penting dari selesainya drama internal ini adalah kembali normalnya struktur kepengurusan PBNU.

Beberapa minggu terakhir, publik dibuat heboh oleh kabar mengenai surat unsur Syuriyah PBNU yang menyatakan perubahan di jajaran kepemimpinan.

Baca Juga: Roy Suryo Dkk Tersangka, Muslim Arbie Anggap Kekuasaan Saat Ini Berupaya Lindungi Jokowi

Bahkan sempat muncul klaim adanya pemberhentian terhadap Ketua Umum.

Namun faktanya, setelah dilakukan tabayun dan pertemuan antarpimpinan, susunan kepengurusan kembali utuh seperti sebelumnya.

Termasuk posisi Sekretaris Jenderal PBNU, Saifullah Yusuf (Gus Ipul), yang kini tetap berada pada posisi semula setelah sempat disebut tergantikan.

Baca Juga: Pasutri Asal Riau Ditemukan Tewas di Rumah di Humbahas, Diduga Keracunan Asap Arang

Sumber internal PBNU yang hadir dalam pertemuan Surabaya menyebut suasana jauh dari tegang.

Seluruh pengurus duduk bersama tanpa sekat, menggambarkan bahwa hubungan Rais Aam KH Miftachul Akhyar dan Gus Yahya sudah kembali harmonis.

 

Konflik Mereda Setelah Dukungan Kiai Sepuh dan Forum Islah

Baca Juga: Makan Bareng Gus Ipul di Kediaman Rais Aam PBNU, Gus Yahya Ungkap Hampir Tak Marah dan Benci

Sebelumnya, dinamika internal PBNU mencuat ke permukaan setelah beredarnya surat pemberhentian yang memicu reaksi keras dari kubu tanfidziyah.

Sejumlah pengurus menilai surat itu tidak melalui mekanisme yang benar menurut AD/ART. Situasi memanas hingga memunculkan klarifikasi dari berbagai pihak.

Untuk meredam ketegangan, kiai-kiai sepuh NU turun tangan dan mendorong forum islah.

Baca Juga: Makan Bareng Gus Ipul di Kediaman Rais Aam PBNU, Gus Yahya Ungkap Hampir Tak Marah dan Benci

Pertemuan penting digelar di Pesantren Lirboyo, Kediri, yang menjadi momentum meredanya konflik.

Sejak saat itu, jalur komunikasi kembali terbuka dan perbedaan pendapat diluruskan secara langsung tanpa perantara media.

Proses islah itu menjadi fondasi rekonsiliasi yang mencapai puncaknya dalam pertemuan Surabaya hari Minggu lalu.

Baca Juga: Roy Suryo Dkk Tersangka, Muslim Arbie Anggap Kekuasaan Saat Ini Berupaya Lindungi Jokowi

 

Drama Selesai, Fokus PBNU Kembali pada Khidmat

Gus Yahya menegaskan bahwa selesainya persoalan internal ini harus menjadi titik awal bagi PBNU untuk kembali fokus pada agenda besar organisasi.

Ia menyebut bahwa dinamika yang terjadi adalah bagian dari proses organisasi, namun kini saatnya semua kembali ke jalur khidmat.

Baca Juga: Makan Bareng Gus Ipul di Kediaman Rais Aam PBNU, Gus Yahya Ungkap Hampir Tak Marah dan Benci

Rais Aam KH Miftachul Akhyar dan para anggota Syuriyah juga menyampaikan komitmen untuk menjaga stabilitas organisasi.

Mereka sepakat bahwa PBNU harus kembali menjadi contoh keteladanan dalam menyelesaikan perbedaan secara musyawarah.

 

Publik Sambut Positif Meredanya Konflik

Baca Juga: Makan Bareng Gus Ipul di Kediaman Rais Aam PBNU, Gus Yahya Ungkap Hampir Tak Marah dan Benci

Meredanya drama PBNU ini ikut mendapat respons positif dari masyarakat luas.

Pengamat organisasi keagamaan menilai sikap tenang dan pendekatan kultural PBNU dalam menyelesaikan perbedaan pandangan layak diapresiasi.

Terlebih, PBNU adalah organisasi Islam terbesar di Indonesia dengan pengaruh yang sangat besar di ruang sosial dan politik.

Baca Juga: Pasutri Asal Riau Ditemukan Tewas di Rumah di Humbahas, Diduga Keracunan Asap Arang

Dengan tuntasnya persoalan internal ini, PBNU ditunggu kembali pada peran strategis untuk memperkuat moderasi beragama, pendidikan, hingga agenda sosial nasional.***