POJOKSATU.ID - Dugaan makanan basi dalam program Makan Bergizi Gratis di Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, mendadak jadi sorotan.

Insiden ini mencuat setelah sejumlah siswa SMPN 1 Dayeuhkolot mengembalikan paket makanan yang mereka terima karena dianggap tidak layak konsumsi.

Peristiwa tersebut terjadi pada Selasa (7/4/2026) dan langsung viral di kalangan warga.

Baca Juga: WFH ASN 2026 di DKI Jakarta Dibatasi! Hanya 25–50 Persen Pegawai yang Bisa Ikut, Ini Aturannya

Sebuah video yang beredar di grup WhatsApp memperlihatkan para siswa mengeluhkan aroma tak sedap dari makanan sebelum akhirnya dikembalikan ke pihak penyedia.

Menu yang dibagikan saat itu sebenarnya tergolong lengkap, mulai dari nasi putih, ayam rendang, tempe orek, acar timun wortel hingga buah melon.

Namun dugaan kualitas makanan yang menurun membuat para siswa memilih tidak mengonsumsinya.

Baca Juga: Lulusan PPG 2025 Wajib Baca! Ini Penjelasan Kenapa Rekening Belum Valid di Info GTK dan Kapan Tunjangan Profesi Mulai Bisa Diterima

Program MBG di wilayah Desa Citeureup sendiri menyasar 2.874 penerima manfaat, termasuk pelajar dari berbagai jenjang pendidikan serta masyarakat melalui layanan posyandu.

SMPN 1 Dayeuhkolot menjadi salah satu penerima terbesar dengan lebih dari seribu siswa.

Menindaklanjuti kejadian tersebut, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan Dayeuhkolot langsung bergerak cepat.

Baca Juga: Gibran Tegaskan Tidak Ada PPPK Dirumahkan, Pemerintah Cari Solusi Anggaran

Camat Dayeuhkolot Asep Suryadi bersama Kapolsek AKP Triyono Raharja dan unsur TNI melakukan inspeksi mendadak ke dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi Citeureup.

Pemeriksaan dilakukan menyeluruh, mulai dari proses pengolahan, penyimpanan hingga distribusi makanan. Fokus utama adalah mencari penyebab munculnya keluhan dari para siswa.

Kapolsek Dayeuhkolot mengungkapkan bahwa laporan terkait kualitas makanan sebenarnya sudah pernah diterima sebelumnya.

“Bukan kali ini saja kami menerima laporan. Sebelumnya juga ada keluhan dari warga terkait kualitas makanan. Namun, untuk kejadian kali ini dinilai paling menonjol karena sampai terjadi pengembalian makanan oleh siswa ke dapur SPPG,” ujarnya.

Namun kejadian kali ini dinilai paling mencolok karena berujung pada aksi pengembalian makanan secara massal oleh siswa.

Baca Juga: Purbaya Bongkar Fakta di Balik BBM Tak Naik, Ternyata Arahan Langsung Prabowo Setelah Hitung Dampak Global

Pihak kepolisian pun mengingatkan seluruh pihak yang terlibat agar lebih teliti dalam menjaga kualitas makanan. Pengawasan ketat akan terus dilakukan agar kejadian serupa tidak terulang.

Sementara itu, pihak pengelola dapur melalui Yayasan Baitul Rizki Barokah menyampaikan permohonan maaf dan mengakui adanya kelalaian.

Mereka berjanji akan melakukan evaluasi menyeluruh dan mengganti makanan yang bermasalah.

Baca Juga: PPG 2026 Dibuka Lagi untuk Guru Belum Sertifikasi, Ini Cara Cek Nama di Info GTK dan Langkah Penting Agar Tidak Terlewat Kesempatan

Hingga kini, proses pendalaman masih berlangsung. Kasus ini menjadi pengingat penting bahwa program bantuan pangan, terutama untuk pelajar, harus dijalankan dengan standar kebersihan dan kualitas yang ketat.***