POJOKSATU.id - Suasana di Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor mendadak riuh setelah kabar turunnya bonus produksi panas bumi tahun 2025 dari Star Energy Geothermal Salak menyebar cepat.

Jumlahnya bukan main-main, mencapai Rp13,79 miliar, langsung dialokasikan untuk 15 desa yang berada di sekitar wilayah operasi panas bumi Gunung Salak.

Kabar ini langsung jadi perbincangan warga, apalagi nominal yang diterima setiap desa terbilang luar biasa untuk skala anggaran desa.

Baca Juga: BRI Satukan Langkah untuk Sumatra, Siapkan Rp50 Miliar untuk Percepat Pemulihan Bencana

Empat desa menjadi penerima terbesar, masing-masing mendapatkan jatah hingga Rp1,1 miliar. Mereka adalah Purwabakti, Cibunian, Ciasihan, dan Ciasmara.

Sementara itu, sebelas desa lainnya menerima alokasi yang sama, yakni Rp827 juta per desa.

Desa yang kebagian dana tersebut meliputi Cibitung Wetan, Gunung Menyan, Gunung Bunder I, Gunung Bunder II.

Baca Juga: Masih Dipertahankan, Ini Alasan 25 Sekdes ASN Belum Pindah Tugas ke Pemkab

Pasurean, Cimayang, Pamijahan, Cibening, Cibitung Kulon, Gunung Picung, dan Gunung Sari.

Sekretaris BPKAD Kabupaten Bogor, Acmad Wildan, dikutip pojoksatu.id dari metrobogor menegaskan bahwa seluruh penggunaan dana tersebut dikembalikan kepada kebijakan masing-masing desa.

Tetap dalam koridor aturan Perbup Nomor 46 Tahun 2021 yang mengatur prioritas dan mekanisme pemanfaatan bonus produksi dari sektor panas bumi.

Baca Juga: Indonesia Peringkat Dua SEA Games, Tapi Unggahan Erick Thohir Justru Tuai Banyak Kritik Warganet

Wilayah Pamijahan sendiri telah menetapkan fokus pengelolaan pada sektor infrastruktur, kesehatan masyarakat.

Serta pendidikan, tiga titik krusial yang selama ini menjadi kebutuhan mendesak warga.

Bonus miliaran rupiah ini memang selalu menjadi momen penting bagi desa-desa penyangga kawasan energi panas bumi Gunung Salak.

Kehadiran industri geothermal ini tidak hanya menghasilkan listrik untuk kebutuhan nasional.

Baca Juga: Indonesia Peringkat Dua SEA Games, Tapi Unggahan Erick Thohir Justru Tuai Banyak Kritik Warganet

Tetapi juga memberikan kontribusi ekonomi langsung kepada masyarakat yang tinggal di sekitar wilayah operasi.

Dengan cadangan panas bumi besar di kawasan ini.

Star Energy Geothermal Salak menjadi salah satu tulang punggung energi terbarukan Indonesia yang memasok listrik ke jaringan Jawa-Madura-Bali sejak awal era 1990-an.

Baca Juga: Masih Dipertahankan, Ini Alasan 25 Sekdes ASN Belum Pindah Tugas ke Pemkab

Gunung Salak dikenal sebagai salah satu pusat panas bumi paling produktif di Jawa Barat.

Aktivitas vulkanik bawah permukaannya menghasilkan energi panas.

Yang kemudian dimanfaatkan sebagai uap untuk menggerakkan turbin Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP).

Dalam beberapa tahun terakhir, Star Energy juga tengah menambah kapasitas melalui serangkaian proyek pengembangan.

Baca Juga: Masih Dipertahankan, Ini Alasan 25 Sekdes ASN Belum Pindah Tugas ke Pemkab

Sehingga area operasionalnya semakin luas dan berdampak besar bagi daerah sekitar.

Tak heran bila warga Pamijahan menyambut bonus tahun 2025 ini dengan antusias.

Bagi banyak desa, dana miliaran rupiah tersebut akan menjadi amunisi untuk membenahi berbagai kebutuhan dasar yang selama ini belum tersentuh anggaran.

Perbaikan jalan lingkungan, pembangunan sarana kesehatan, rehabilitasi bangunan sekolah.

Baca Juga: Sempat Diprotes Warga, Pemprov Aceh Akhirnya Izinkan Bantuan Internasional Masuk, Ada Syarat Penting

Hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat disebut-sebut menjadi prioritas sejumlah desa penerima.

Beberapa aparat desa bahkan menyebut bonus ini sebagai “napas baru” setelah anggaran rutin desa sering kali terbatas.

Dana besar yang masuk dari sektor energi panas bumi selalu dinanti karena bisa mendorong pembangunan yang lebih cepat.

Baca Juga: Indonesia Peringkat Dua SEA Games, Tapi Unggahan Erick Thohir Justru Tuai Banyak Kritik Warganet

Sekaligus memberikan dampak jangka panjang bagi kesejahteraan masyarakat.

Dengan terus bertumbuhnya industri geothermal di Gunung Salak serta komitmen perusahaan untuk meningkatkan kontribusi sosialnya.

Warga Pamijahan berharap limpahan manfaat ini terus mengalir setiap tahun.

Bagi mereka, keberadaan panas bumi bukan hanya soal energi, tetapi juga tentang masa depan desa yang lebih maju dan mandiri.***