POJOKSATU.id — Menjelang satu tahun masa pemerintahannya pada Oktober mendatang, Presiden Prabowo Subianto membuat langkah yang tak biasa.
Jika biasanya pemerintah memanfaatkan baliho, iklan televisi, atau media sosial untuk menyampaikan programnya, kali ini publikasi pencapaian program justru ditampilkan di layar bioskop.
Langkah ini sontak menuai reaksi. Ada yang menyebutnya langkah inovatif dan segar, tetapi ada juga yang menilainya sebagai bentuk propaganda dengan gaya baru.
Kehadiran tayangan video capaian Presiden Prabowo Subianto ini memicu gelombang kritik setelah viral di media sosial.
Banyak netizen menilai bioskop adalah ruang hiburan, bukan ruang politik.
Baca Juga: KH. Abbas Billy Yachsy Serukan Persatuan Bangsa: “Rawat Perbedaan, Jaga Kehormatan Negeri”
Mereka menyayangkan tempat yang seharusnya menjadi ruang melepas penat dari kesibukan sehari-hari justru dipenuhi dengan pesan politik.
Kritik pun berdatangan, sebagian menyebutnya sebagai “politisasi ruang hiburan".
Banyak yang menilai langkah ini justru melemahkan kepercayaan masyarakat karena dianggap terlalu jauh masuk ke ruang privat hiburan.Meski ada juga yang menganggapnya sebagai inovasi komunikasi pemerintah.
Isi Video Capaian Pemerintah
Video capaian yang diputar di bioskop itu berisi narasi program-program unggulan pemerintahan Prabowo.
Baca Juga: Link Resmi Hasil Seleksi Administrasi PMO Kemenkop 2025, Cek Nama Kamu di Sini!
Salah satunya mengenai capaian produksi beras nasional hingga Agustus 2025 yang disebut mencapai 21.760.000 ton.
Program Makan Bergizi Gratis juga mendapat sorotan. Program ini diklaim sudah menjangkau 20 ribu penerima manfaat di berbagai daerah.
Selain itu, sebanyak 80 ribu kelembagaan Koperasi Desa Merah Putih telah diluncurkan untuk mendukung penguatan ekonomi rakyat.
Baca Juga: BRI Buka Program Pengusaha Muda BRILiaN 2025, Siapkan Wirausaha Tangguh dari Daerah
Video itu juga menampilkan narasi bahwa Presiden Prabowo dan pemerintah siap menjawab berbagai tuntutan rakyat, terutama yang disuarakan dalam aksi-aksi demonstrasi beberapa waktu terakhir.
Bioskop sebagai Ruang Publik
Kepala Kantor Komunikasi Presiden (Presidential Communication Office/PCO), Hasan Nasbi, menjelaskan bahwa penayangan video capaian Presiden Prabowo memang bagian dari strategi komunikasi pemerintah.
Menurutnya, ruang publik yang biasanya diisi iklan komersial, seharusnya juga bisa menayangkan pesan pemerintah.
“Layar bioskop, sebagaimana televisi, media luar ruang, dan lain-lain adalah ruang publik yang bisa diisi dengan berbagai pesan, termasuk pesan komersial.
Kalau pesan komersial saja boleh, kenapa pesan dari pemerintah dan presiden tidak boleh?” tegas Hasan, Minggu (14/9/2025).
Ia menambahkan, pemerintah ingin memastikan rakyat mengetahui apa yang sudah dikerjakan Kabinet Merah Putih.
“Sosialisasi ini penting agar masyarakat paham banyak hal sudah dikerjakan,” imbuhnya.
Hal senada disampaikan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi.
Baca Juga: Rapat Koordinasi BOS dan Dapodik Prioritaskan Akurasi Data untuk Distribusi Bantuan yang Tepat
Ia menilai penayangan capaian Presiden Prabowo di ruang publik merupakan hal wajar, selama tidak mengganggu kenyamanan masyarakat.
“Tentu sepanjang tidak melanggar aturan, tidak mengganggu kenyamanan dan keindahan, maka penggunaan media publik untuk menyampaikan sebuah pesan adalah hal lumrah,” ujar Prasetyo.
Baginya, informasi positif perlu disampaikan secara luas agar masyarakat tetap terhubung dengan apa yang sedang dan sudah dilakukan pemerintah.
Bagaimana menurut Anda?
Bantu tulis tanggapan di kolom komentar dan share info ini ya.
Baca Juga: JANGAN LEWATKAN! Beasiswa Dicoding Bangun Negeri Batch 10 Beri Kesempatan Emas untuk Mahasiswa
Akses artikel bisa dibaca melalui apps kami:
-
Versi Android
-
Versi iOS
-
Baca informasi menarik lainnya dari penulis: Reizka Kemala Nazar




