POJOKSATU.id - Sebuah video Viral yang menampilkan seorang wanita diduga meludahi Al-Qur’an.
sambil melontarkan ucapan bernada penghinaan terhadap kitab suci umat Islam tengah menjadi perbincangan hangat di media sosial.
Rekaman tersebut memicu gelombang kemarahan serta kecaman dari berbagai pihak, mengingat aksinya dianggap sangat sensitif dan melukai perasaan umat Muslim.
Video dengan durasi sekitar satu menit tersebut memperlihatkan sang wanita berada di sebuah ruangan tertutup.
Baca Juga: Kepala BKN Buka Bocoran Seleksi ASN 2026, Ada Aturan Penting soal Formasi, CPNS hingga PPPK
Gerak-geriknya tampak tidak stabil secara emosional, dan tindakannya diduga dilakukan secara sengaja untuk merendahkan kesucian Al-Qur’an.
Meski demikian, hingga kini identitas pelaku maupun lokasi kejadian belum dapat dipastikan. Ketidakjelasan itu memicu beragam spekulasi dan perdebatan di masyarakat.
Video itu mula-mula muncul di platform X (Twitter), lalu menyebar ke Facebook, grup komunitas daring, hingga aplikasi pesan pribadi.
Baca Juga: TPG Bulanan 2026 Masih Misteri? Ini Pola yang Sudah Terlihat dari Pusat
Dalam rekaman, terlihat seorang wanita berhijab namun berbusana sangat tidak layak, berdiri di sebuah ruangan tertutup dalam kondisi emosional yang tampak labil.
Ia memegang mushaf Al-Qur’an, kemudian meludahinya.
Ketika seolah ingin membaca ayat suci, yang terdengar justru makian dan kata-kata menghina.
Baca Juga: Raja Kretek Tak Bisa Keluar Negeri! Pasar Bisnis Cemas, BCA Ikut Terseret Isu Pajak
Suara anak kecil serta seorang pria dari luar ruangan yang terdengar samar menambah keresahan warganet.
Karena memuat konten yang sangat sensitif, rekaman itu menyebar dengan cepat.
Banyak pengguna media sosial mengaku marah, terkejut, dan tak sanggup menyaksikan video tersebut sampai selesai.
Hingga kini, identitas wanita dalam rekaman tersebut masih belum terungkap.
Lokasi pengambilan video pun belum bisa dipastikan. Meski berbagai spekulasi bermunculan, belum ada informasi resmi yang dapat dikonfirmasi.
Pihak kepolisian, baik di tingkat daerah maupun pusat.
Belum mengeluarkan pernyataan resmi. Situasi ini membuat masyarakat terus menekan agar penyelidikan segera dilakukan.
Sejumlah unggahan bahkan meminta agar “link video” disebarkan demi mempercepat identifikasi pelaku, meski hal itu tetap menimbulkan pro dan kontra.***




