POJOKSATU.ID – Kasus hilangnya seorang balita perempuan berusia 4 tahun di Makassar berakhir dengan kabar melegakan sekaligus mengagetkan.
Setelah hampir sepekan dinyatakan hilang di taman bermain, anak bernama Bilqis Ramdhani akhirnya ditemukan selamat di Jambi, ribuan kilometer dari lokasi awal.
Namun, di balik rasa lega keluarga, polisi kini mendalami dugaan kuat bahwa Bilqis menjadi korban penculikan dan perdagangan anak lintas provinsi.
Kronologi Hilangnya Bilqis di Taman Bermain
Peristiwa ini terjadi pada Minggu, 2 November 2025 di area Taman Pakui Sayang, Jalan AP Pettarani, Kota Makassar.
Saat itu, sang ayah sedang bermain tenis di lapangan yang bersebelahan dengan area playground.
Bilqis yang semula terlihat bermain di sekitar taman tiba-tiba menghilang dari pandangan.
Sang ayah panik. Bersama warga sekitar dan petugas taman, mereka menyisir seluruh area.
Polisi segera mendatangi lokasi dan memeriksa rekaman CCTV di sekitar taman.
Baca Juga: Skema PPPK Paruh Waktu Jadi Solusi Tenaga Honorer Tanpa Status Jelas
Hasilnya, terekam seorang wanita membawa Bilqis keluar taman dengan dua anak lain yang tidak dikenal.
Video itu langsung viral di media sosial dan memicu simpati luas dari warga Makassar.
Warganet ikut menyebarkan foto dan ciri-ciri Bilqis dalam upaya membantu pencarian.
Ditemukan Ribuan Kilometer dari Makassar
Setelah hampir seminggu pencarian intensif, kabar gembira datang.
Baca Juga: Inilah 5 Tips Agar Anak Mau Minum Obat Tanpa Drama
Pada Sabtu malam, 8 November 2025, aparat kepolisian menemukan Bilqis di Kabupaten Merangin, Jambi.
Kondisi Bilqis saat ditemukan dilaporkan sehat, namun tampak kebingungan.
Polisi mengatakan, anak tersebut ditemukan bersama seorang perempuan dewasa yang kemudian diamankan untuk diperiksa lebih lanjut.
Baca Juga: Pahlawan Hari Ini
Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Mokhamad Ngajib membenarkan temuan itu.
Dugaan Jual-Beli Anak dan TPPO
Polisi menduga kuat bahwa kasus ini bukan sekadar penculikan biasa.
Berdasarkan keterangan awal dari terduga pelaku, Bilqis dijual seharga sekitar Rp3 juta kepada pihak lain.
Dugaan ini mengarah pada jaringan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).
Polda Sulsel kini berkoordinasi dengan Polda Jambi dan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak untuk mengusut kemungkinan adanya jaringan yang lebih besar.
Keadaan Keluarga saat Bilqis pulang
Kabar ditemukannya Bilqis disambut isak haru keluarga di Makassar.
Ibunda korban tak kuasa menahan tangis saat menerima video call dari pihak kepolisian yang menunjukkan anaknya dalam kondisi baik.
“Alhamdulillah anakku ketemu. Terima kasih semua yang bantu cari,” ujar sang ibu dalam video yang beredar di media sosial.
Keluarga pun mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang membantu menyebarkan informasi sejak awal kasus mencuat.
Fenomena Keamanan Anak di Ruang Publik
Kasus Bilqis menjadi peringatan penting bagi orang tua untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak di ruang publik.
Baca Juga: Polisi Tangkap Penembak Hansip di Cakung, Pelaku Curanmor Gagal Kabur ke Lampung
Meski taman bermain menjadi tempat hiburan keluarga, kasus ini membuktikan potensi risiko penculikan di tempat umum masih tinggi.
Psikolog anak, Rahmawati Azis, menilai kasus seperti ini sering terjadi karena kurangnya pengawasan langsung dan masih lemahnya sistem keamanan publik.
Meski Bilqis akhirnya ditemukan selamat, kasus ini menyisakan pertanyaan besar tentang keamanan anak di ruang publik dan ancaman jaringan perdagangan anak.
Polisi berjanji akan menuntaskan kasus ini hingga ke akar, memastikan para pelaku dihukum seberat-beratnya.
Bagi keluarga Indonesia, kasus Bilqis menjadi pengingat kewaspadaan terhadap keselamatan anak harus menjadi prioritas, di mana pun mereka berada.***




