POJOKSATU.ID - Insiden penikaman yang dipicu kecemburuan buta mengguncang Perumahan Bumi Permata Sudiang 1, Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu malam.
Seorang oknum anggota TNI AU, Serda Al (43), menikam seorang pria berinisial MZ setelah memergoki istrinya bersama korban di dalam sebuah mobil.
Peristiwa yang berlangsung sekitar pukul 20.30 WITA ini sontak memicu kepanikan warga karena aksi itu turut terekam kamera dan viral di media sosial.
Dari informasi yang dihimpun, kejadian bermula ketika Serda Al mencurigai gelagat istrinya, N (36).
Ia kemudian membuntuti sang istri hingga sebuah penginapan yang berada tak jauh dari lokasi kejadian.
Kecurigaan itu terjawab ketika ia melihat istrinya sedang berada di dalam mobil bersama MZ. Momen inilah yang menjadi pemicu ledakan emosi.
Tanpa banyak bicara, Serda Al mendatangi mobil tersebut. Warga sekitar yang menyaksikan mengaku hanya mendengar suara teriakan.
Dan kemudian melihat aksi penikaman berlangsung sangat cepat. MZ tersungkur bersimbah darah sementara sang istri histeris dan mencoba melindungi korban.
Baca Juga: Begini Mekanisme Pencairan TPG 2025: Guru ASN dan Non ASN Wajib Cek Info GTK
Dalam video yang beredar luas di media sosial, terlihat jelas kepanikan N yang berusaha membela diri dan memohon agar korban segera dibawa ke rumah sakit.
“Keluargaku ini, kasihan! Tolong bawa ke rumah sakit!” teriaknya sambil menangis.
Namun, pembelaannya langsung dimentahkan oleh sang suami yang sudah terbakar api cemburu.
“Keluarga apa? Baru kau cium istriku di mobil! Perempuan apa kau ini!” balas Serda Al dengan suara keras.
Dialog singkat yang terdengar jelas dalam rekaman itulah yang memicu beragam reaksi publik. Banyak warganet yang menyoroti ironi situasi tersebut.
Di satu sisi, istri berusaha memberikan alasan, namun di sisi lain, sang suami mengklaim melihat sendiri bukti perselingkuhan sebelum meluapkan kemarahannya.
Warga yang berada di lokasi kemudian bergegas membawa MZ ke rumah sakit terdekat. Sayang, nyawanya tidak berhasil diselamatkan.
“Korbannya atas nama MZ. Sempat dibawa ke rumah sakit, tapi meninggal dunia di rumah sakit,” ujar Kanit Reskrim Polsek Biringkanaya, AKP Jafar Ahmad.
Baca Juga: Resmi Diungkap! Begini Jadwal Pencairan TPG Setelah SKTP Terbit Tahun 2025
Ia memastikan pihak kepolisian hanya menangani proses awal sebelum kasus dilimpahkan ke Polisi Militer (PM), mengingat pelaku merupakan anggota aktif TNI.
Beberapa saat setelah kejadian, Serda Al disebut langsung menyerahkan diri ke Satuan POM Lanud Hasanuddin.
Tindakan itu dibenarkan Kepala Penerangan Kodau II, Kolonel Sus Aidil. “Pelaku sudah ditahan untuk selanjutnya menjalani proses hukum,” ujarnya singkat.
Kejadian ini menjadi salah satu kasus kriminal yang menyita perhatian publik lantaran kombinasi antara faktor rumah tangga, emosi spontan, hingga viralnya rekaman kejadian.
Baca Juga: Info GTK Di-update, Kode TPG Triwulan 3 Berubah Serentak!
Banyak pihak menilai bahwa insiden ini kembali menunjukkan bagaimana ledakan emosi dan kecemburuan dapat berujung fatal jika tak mampu dikendalikan.
Menurut beberapa warga yang tinggal di sekitar lokasi, pasangan suami-istri tersebut dikenal jarang membuat masalah.
Tetangga mengaku terkejut dengan peristiwa ini karena tidak pernah menduga hubungan rumah tangga mereka bisa berujung tragedi.
“Kami kaget, soalnya biasanya tidak pernah ada ribut-ribut,” ujar salah satu warga yang enggan disebut namanya.
Hingga berita ini ditulis, jenazah MZ telah dipulangkan ke keluarga untuk dimakamkan.
Sementara itu, sang istri masih menjalani pemeriksaan lanjutan oleh aparat untuk memastikan kronologi lengkap dan keterangannya terkait hubungan dengan korban.
Pihak TNI AU menegaskan akan memproses kasus ini secara hukum tanpa intervensi. Proses penanganan di POM disebut berjalan sesuai prosedur.
Meski begitu, publik masih menunggu perkembangan lanjutan soal kemungkinan hukuman pidana maupun etik terhadap pelaku.
Baca Juga: Benyamin Resmi Buka Scout and Dance Festival Ajang Ekspresi, Kolaborasi, dan Kompetisi Siswa
Kasus ini menjadi pengingat keras bahwa konflik rumah tangga yang tidak ditangani secara sehat bisa berujung pada tindakan fatal.
Terlebih, ketika emosi meledak tanpa kendali. Insiden di Makassar ini bukan hanya menyisakan luka bagi keluarga korban.***
Tetapi juga membuka diskusi lebih luas tentang pentingnya literasi emosi, komunikasi pasangan, dan penanganan konflik rumah tangga sebelum menyentuh ranah kekerasan.




