POJOKSATU.id - Sri Mulyani termasuk salah satu menteri yang memiliki jabatan terlama. Ia pun sudah 3 kali didapuk sebagai Menteri Keuangan Republik Indonesia.
Adapun, perempuan kelahiran Bandar Lampung, 26 Agustus 1962 ini menempati posisi tersebut sejak tahun 2016.
Jika dilihat, riwayat Sri Mulyani juga sempat menjadi Menteri Keuangan selama 5 tahun, tepatnya pada periode 2005 hingga 2010.
Baca Juga: Dalam Tahap Pendinginan, Kini Kondisi Savana Bromo sangat Memprihatinkan
Lebih lanjut, alumni Universitas Indonesia ini kembali mengabdi kepada bangsa sebagai menteri keuangan di era pemerintahan Presiden Joko Widodo.
Sejak 27 Juli 2016, dia menempati posisi sebagai Menteri Keuangan RI hingga sekarang.
Profil Sri Mulyani
Profil Menkeu Sri Mulyani Menteri Keuangan Sri Mulyani lahir di Tanjung Karang, Bandar Lampung, Lampung, pada 26 Agustus 1962. Dia mendapatkan gelar Sarjana Ekonomi dari Universitas Indonesia pada 1986.
Baca Juga: Akhirnya, Keanu Massaid Izinkan Angelina Sondakh Menikah Lagi tapi Calonnya selalu Pergi
Selesai menempuh pendidikan sarjana, Sri Mulyani melanjutkan pendidikan di University of Illinois at Urbana Champaign, Amerika Serikat, dan meraih gelar Master of Science of Policy Economics pada 1990.
Dua tahun kemudian, tepatnya pada 1992, wanita yang akrab disapa Ani ini mendapatkan gelar Ph.D. in Economics dari universitas yang sama.
Pada 21 Oktober 2004, Sri Mulyani mendapatkan penugasan pertama sebagai Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional atau Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional.
Baca Juga: Sukarelawan Ganjar Ronggolawe Bantu Kembangkan Pariwisata Lokal Gagas Tuban Fashion Carnival
Selanjutnya, pada 5 Desember 2005, dia dilantik menjadi Menteri Keuangan di Kabinet Indonesia Bersatu I untuk pertama kalinya.
Selama menjadi Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati banyak menorehkan prestasi, termasuk berhasil menstabilkan ekonomi makro dan mempertahankan kebijakan fiskal.
Reformasi Kementerian Keuangan dinahkodainya dengan baik, sehingga banyak terjadi perubahan fundamental di Kementerian Keuangan kala itu.
Baca Juga: Berpisah dari Istrinya, Aktor Hugh Jackman Hancur dan Masih Rasakan Sedih Mendalam
Kinerja yang apik membuat Emerging Markets Forum menobatkan Sri Mulyani sebagai Menteri Keuangan Terbaik 2006 pada 18 September 2006.
Dia juga terpilih sebagai wanita paling berpengaruh ke-23 di dunia versi majalah Forbes pada 2008, serta wanita paling berpengaruh ke-2 di Indonesia versi majalah Globe Asia pada Oktober 2007.
Bukan hanya itu, Sri Mulyani juga menjadi Menteri Keuangan Terbaik untuk 2006 oleh majalah Euromoney.
Baca Juga: Hasil Final Hongkong Open 2023: Prifad Juara, Ganyang Wakil Malaysia dalam Duel 73 Menit
Pada 2008, Sri Mulyani menjabat sebagai Pelaksana Tugas Menteri Koordinator Bidang Perekonomian.
Dia menggantikan Boediono yang saat itu dilantik menjadi Gubernur BI.
Namun, sejumlah jabatan di Kabinet Indonesia Bersatu ditinggalkan saat Sri Mulyani menjabat sebagai Direktur Pelaksana Bank Dunia.
Sri Mulyani adalah wanita sekaligus orang Indonesia pertama yang mengemban jabatan tersebut.
Baca Juga: Harga Beras Mahal, Faizal Fiqri Gandeng Sahabat SandiUno Sebar Paket Beras Murah di Jakarta Utara
Adapun amanah tersebut diemban Sri Mulyani mulai 1 Juni 2010 hingga 2016 saat Presiden Joko Widodo (Jokowi) memanggilnya untuk kembali menjadi Menteri Keuangan di Kabinet Kerja.
Sebagai pengamat dan orang yang berkecimpung di dunia perekonomian, Sri Mulyani beberapa kali menuai prestasi.
Pada Februari 2018, dia kembali terpilih sebagai Menteri Keuangan Terbaik dalam World Government Summit di Dubai.
Masih di tahun yang sama di bulan Oktober, Global Markets memilihnya menjadi "Finance Minister of the Year - East Asia Pacific".
Gelar tersebut diberikan saat berlangsungnya IMF-World Bank Group Annual Meetings di Bali.
Satu tahun kemudian, Menkeu kembali dinobatkan sebagai Menteri Keuangan Terbaik di Asia Pasifik versi majalah keuangan FinanceAsia.
Tak hanya sekali, penghargaan ini telah diraih tiga tahun berturut-turut, yakni pada 2017, 2018, dan 2019.
Hingga pada 23 Oktober 2019, Sri Mulyani Indrawati terpilih kembali sebagai Menteri Keuangan di periode kedua pemerintahan Jokowi.
Baca Juga: Pendaftaran PPPK 2023 Ditunda, Ini Jadwal Terbaru Lengkap Sampai Usul Penetapan NI PPPK
Pada Oktober 2020, lagi-lagi Global Markets memilihnya menjadi "Finance Minister of the Year - East Asia Pacific" atas upaya penanganan pandemi Covid-19 di Indonesia.
Harta Kekayaan Sri Mulyani
Dilansir melalui LHKPN, kekayaan Menkeu Rp45,8 miliar berupa tanah dan bangunan. Dia memiliki 11 tanah dan bangunan di Tangerang Selatan, Tangerang, Jakarta Pusat, dan Jakarta Selatan.
Selain itu, ada pula tanah dan bangunan yang ada di luar negeri senilai Rp18,6 miliar.
Baca Juga: Terpopuler Bulan Ini, Minji NewJeans Pertahankan Posisi Puncak Brand Reputasi
Sri Mulyani juga memiliki alat transportasi berupa motor Honda Rebel CMX500 2019 senilai Rp145 juta, harta bergerak lain sejumlah Rp446,5 juta, surat berharga Rp12,7 miliar, serta kas dan setara kas sejumlah Rp8,1 miliar.
Apabila ditotal hasilnya sekitar Rp67,2 miliar. Namun, jumlah tersebut dikurangi utang Rp9,2 miliar. Alhasil, harta Sri Mulyani secara keseluruhan pada 2021 adalah Rp58 miliar. (Kartika)




