POJOKSATU.id, SUKABUMI— Polisi membeberkan hasil visum kematian NS (13) bocah asal Desa Bojongsari, Jampang Kulon, Kabupaten Sukabumi, yang meninggal diduga dianiaya ibu tiri.

Polisi mengungkap adanya sejumlah luka di tubuh korban yang merupakan santri di salah satu pondok pesantren di Kabupaten Sukabumi ini.

Kasat Reskrim Polres Sukabumi, AKP Hartono mengatakan, hasil pemeriksaan luar menunjukkan luka tersebar di beberapa bagian tubuh korban, mulai dari wajah hingga kaki.

"Dari hasil visum luar, ditemukan luka lecet di area wajah dan leher, luka bakar derajat 2A di beberapa titik, serta lebam merah keunguan yang mengarah pada trauma akibat benturan benda tumpul," ujar Hartono, Minggu (22/2).

Baca Juga: Aturan Kepala Sekolah Sudah Tegas, Kenapa Masih Kisruh?

Petugas medis dari puskesmas dan RSUD Jampang Kulon yang sempat memberikan pertolongan pertama juga telah dimintai keterangan.

Kesaksian mereka menjadi bagian penting dalam menyusun kronologi kondisi korban saat pertama kali tiba di fasilitas kesehatan.

Meski hasil visum luar telah dikantongi, polisi menegaskan penyebab pasti kematian masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium terhadap organ dalam korban.

"Kami masih menunggu hasil laboratorium Patologi Anatomi dan Toksikologi Forensik. Ini adalah kunci utama untuk menentukan penyebab pasti kematiannya," kata Hartono.

Baca Juga: Kasus Dugaan Penganiayaan Ibu Tiri di Sukabumi, Sang Ayah Cerita NS Ingin Jadi Kiai

Terkait dugaan keterlibatan ibu tiri korban berinisial TR sebagai terlapor, polisi menyatakan masih melakukan sinkronisasi seluruh alat bukti.

Rekaman pernyataan korban sebelum meninggal yang beredar di media sosial, menurut penyidik, tetap harus diuji dan diperkuat dengan bukti forensik resmi.

Polisi memastikan, apabila unsur pidana terpenuhi dan bukti dinyatakan cukup, pelaku akan dijerat dengan Undang-Undang Perlindungan Anak.

Ancaman hukuman maksimal dapat dikenakan jika terbukti terjadi kekerasan yang menyebabkan korban meninggal dunia.

Sebelumnya, NS yang merupakan pelajar di pondok pesantren diketahui pulang ke rumah sejak awal Februari untuk menjalani masa libur.

Korban sempat mengalami sakit demam, batuk, dan mual, hingga dibawa ke puskesmas.

Pemeriksaan medis awal itu menunjukkan kesehatan korban membaik. Namun pada Rabu (18/2) kesehatan NS kembali menurun hingga ditemukan sang ayah penuh dengan luka lecet.

Ayah kandung korban, AS, sempat berangkat bekerja ke Kota Sukabumi dan meninggalkan korban di bawah pengawasan ibu tirinya TR.***