POJOKSATU.id - Penunjukan Nanik S Deyang sebagai Kepala BGN menggantikan Dadan Hindayana ditanggapi negatif oleh publik.

Publik bahkan menilai, penunjukkan Nanik menahkodai lembaga dengan anggaran super jumbo itu adalah keputusan kurang tepat.

Bahkan sebagian besaar publik juga tak yakin Nanik S Deyang bisa membawa perubahan positif pada tata kelola Badan Gizi Nasional dan progran MBG (Makan Bergizi Gratis).

Hal itu tergambar dalam hasil polling yang digelar Indosatu Media Group selama pekan pertama Juni 2026.

Baca Juga: Rupiah Fluktuatif di Level Rp17.900 per Dolar AS, Sehari Kemarin Sempat Menguat

Ada sembilan media yang menggelar polling melalui plataform TikTok dan Instagram selama bersamaan itu.

Yakni Pojoksatu.id, Metropolitan.id, Metrobogor, Radar Bandung, Radar Cianjur, Radar Bekasi, Radar Sukabumi, dan Radar Depok.

Polling tersebut berhasil menjaring total 5.083 responden dengan total 113.078 tayangan,

Dari pendapat dan jawaban publik ini memberikan gambaran persepsi publik terhadap sosok pengganti Dadan Hindayana yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Kepala BGN tersebut.

Baca Juga: Ramai Tangkapan Layar, Alasan Peserta KDKMP KNMP Pilih Mengundurkan Diri Blak-blakan di Media Sosial

Pada pertanyaan pertama, mayoritas publik lebih mengenal Nanik sebagai eks timses Prabowo Subianto di Pilpres 2019 silam.

Hal itu terbukti, dari total 842 voters, sebanyak 457 akun atau 54,27 persen mengaku mengetahui Nanik dari hiruk pikuk kasus Ratna Sarumpaet.

Sementara sisanya sebanyak 385 atau 45,73 persen lainnya mengenal Nanik sebagai eks wartawan atau jurnalis.

Nah, sentimen negatif ini muncul pada pertanyaan kedua ketika publik disodori pertanyaan "Dengan rekam jejaknya itu, apakah menurutmu penunjukkan Nanik S Deyang jadi Kepala BGN sudah tepat?"

Hasilnya, dari total 756 voters, sebanyak 494 atau 65,34 persen di antaranya memberikan jawaban "kurang tepat".

Sedangkan responden yang memberikan jawaban penunjukkan Nanik jadi Kepala BGN "sudah tepat" hanya sebanyak 262 atau 34,66 saja.

Persepsi negatif publik terhadap Nanik S Deyang juga tergambar jelas pada pertanyaan " Di tangan Nanik S Deyang, apakah kamu yakin akan ada perubahan positif pada tata kelola BGN dan program MBG?"

Dimana voters yang memberiikan jawaban "yakin" atau persepsi positif hanya sebanyak 217 atau 31,18 persen saja dari total sebanyak 696 responden.

Baca Juga: Rekam Jejak Agustina Arumsari: Dari Wakil Kepala BPKP Kini Mengemban Amanah sebagai Wakil Kepala BGN

Sebaliknya, jumlah publik dengan tingkat kepercayaan rendah terhadap Nanik sebagai Kepala BGN memberikan jawaban "tidak yakin" justru cukup besar.

Yakni sebanyak 479 responden atau 68,82 persen.

Dengan hasil polling Indo Satu Media Group ini, tergambar bahwa publik memiliki sentimen yang cukup negatif terhadap sosok Nanik S Deyang.

Kondisi ini tentu menjadi pekerjaan rumah yang cukup besar bagi Nanik untuk memberikan pembuktian kepada masyarakat.

Bahwa penunjukkan dirinya mampu memberikan perubahan positif bukan saja terhadap BGN, tapi juga terhadap jalannya program MBG.

Baca Juga: Polisi Buru Pelaku Penculikan Lansia di PIK, Sejumlah CCTV di Lokasi Diperiksa Polisi

Terlebih sebelumnya dari 4 pimpinan BGN, 3 di antaranya ditangkap Kejaksaan Agung terkait korupsi berjamaah di BGN.

Ketua Forum Pemimpin Redaksi Indo Satu Media Group Azamunawar, menilai hasil polling ini menunjukkan adanya ekspektasi sekaligus kehati-hatian publik terhadap kepemimpinan baru di Badan Gizi Nasional.

Ia melihat, tingginya keraguan publik pada penunjukkan Nanik S Deyang bakal membawa perubahan positif tidak dapat dilepaskan dari besarnya perhatian masyarakat terhadap program MBG.

"Hasil polling ini menunjukkan bahwa publik memiliki harapan besar terhadap BGN dan program MBG," kata dia, Jumat 12 Juni 2026.

Selain itu, BGN yang jadi pengelola program MBG yang merupakan salah satu program andalan pemerintah juga tak luput dari kacamata pengamatan publik.

"Karena lembaga ini mengelola program yang menyangkut kebutuhan dasar masyarakat sekaligus masa depan generasi Indonesia," ucap dia.

"Karena itu, pergantian kepemimpinan tentu menjadi perhatian luas," tandas Azamunawar.***