POJOKSATU.id - Sosok Nanik S Deyang jadi satu-satunya yang 'selamat' dari penangkapan Kejaksaan Agung dalam kasus korupsi BGN oleh Dadan Hindayana Cs.
Selain Dadan Hindayana, korps Adhyaksa itu juga menangkap Wakil Kepala BGN lainnya yakni Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung.
Aksi rampok terang-terangan uang rakyat melalui BGN ini tentu membuat gempar publik.
Kondisi ini membuat publik langsung hilang kepercayaan setelah sebelumnya BGN dan MBG selalu dipenuhi dengan kontroversi dan sengkarut.
Apalagi BGN yang notabene lembaga negara 'seumur jagung' tapi 'menelan' anggaran terbesar dari APBN.
Hal inilah yang kemudian dipertanyakan publik dan tergambar jelas dalam hasil polling Indo Satu Media Group.
Polling ini digelar selama periode pekan pertama dan pekan kedua Juni 2026.
Sembilan media di bawah naungan Indo Satu Media Group menggelar polling secara serantak.
Yakni Pojoksatu.id. Pojok Seleb, Metropolitan.id, Metrobogor, Radar Bandung, Radar Cianjur, Radar Bekasi, Radar Sukabumi, Radar Depok.
Pada polling pekan pertama, polling dengan enam pertanyaan menjaring total 5.083 responden.
Hasil polling juga sudah lebih dulu ditayangkan di kanal Pojoksatu.id sebelumnya.
Sedangkan polling pekan kedua melontarkan sembilan pertanyaan dengan total 28.196 responden yang ikut berpartisipasi.
Kali ini, tim membuka pertanyaan terkait kasus korupsi Dadan Hindayana Cs di BGN.
Responden dihadapkan pada pertanyaan "Terbukanya kasus Dadan Hindayana, menurutmu apakah BGN dengan anggaran super jumbo malah jadi kesempatan memperkaya diri pihak-pihak tertentu?".
Pada pertanyaan ini, total sebanyak 1.369 responden ikut terlibat.
Sementara hasilnya terbagi dengan angka yang tidak jauh berbeda alias beda tipis.
Dimana responden yang memilih jawaban "kemungkinan besar" berjumlah 691 atau 50,47 persen.
Sedangkan responden yang memilih jawaban "kemungkinan kecil" berjumlah 678 atau sebesar 49,53 persen.
Terkait kasus korupsi di BGN, tim juga melontarkan pertanyaan terkait Nanik S Deyang.
Di sini publik mendesak Kejaksaan Agung untuk mengusut tuntas kasus korupsi di BGN tersebut.
Kendati tidak ditangkap Kejagung, publik menilai pemeriksaan terhadap Nanik S Deyang tetap diperlukan.
Total 1.292 respoden terlibat dalam pertanyaan "Apakah Nanik S. Deyang perlu diperiksa terkait korupsi yang dilakukan Dadan Cs?".
Hasilnya, sebanyak 1.042 responden atau 80,65 persen menilai Nanik perlu diperiksa dengan memilih jawaban "perlu agar tidak kecolongan".
Sementara mereka yang memilih jawaban "tidak perlu, fokus kerja saja" sebanyak 250 respoden atau 19,35 persen.
Kendati demikian, publik juga menunjukkan dukungan terhadap Nanik S Deyang.
Hal itu tergambar dalam pertanyaan "Apa yang harus dilakukan Nanik S, Deyang agar tak mengulang kesalahan yang sama seperti Dadan Hendayana?".
Pada pertanyaan ini, total ada 1.354 responden yang terlibat memberikan jawaban.
Hasilnya, publik mendesak BGN era Nanik "lebih transparan soal anggaran" dipilih sebanyak 713 responden atau sebesar 52,66 persen.
Sedangkan yang memilih jawaban "jangan terbawa arus permainan negatif anggaran" dipilih sebanyak 641 responden atau 47,34 persen.
Baca Juga: Meski Bentrok, Penetapan Eksekusi di Lahan Hotel Sultan Tetap Berlangsung
Terkiat hasil polling ini, tim Indo Satu Media Group juga sudah melakukan konfirmasi langsung kepada Nanik S Deyang melalui sambungan telepon maupun chat Whatsapp.
Sayangnya, sampai saat hasil polling ini diterbitkan, Nanik S Deyang sama sekali belum memberikan respon, mengangkat telepon maupun membalas pesan Whatsapp.
Perlu diingat, hasil polling ini merupakan jajak pendapat di media sosial dan tidak dapat dianggap sebagai survei ilmiah yang mewakili seluruh populasi masyarakat Indonesia.
Baca Juga: Heboh Polemik Unggahan Pride Month SUMA UI, Alumni Tegaskan Keberatan, UI Masih Evaluasi
Namun demikian, hasil polling ini memberikan gambaran pendapat, sentimen dan pandangan publik terkait Nanik S Deyang, BGN, serta pergantian kepemimpinan di lembaga tersebut.***




