POJOKSATU.id - Lebih dari 70 persen publik tidak yakin Nanik S Deyang bisa membawa dampak dan perubahan positif di tubuh Badan Gizi Nasional (BGN).

Bahkan publik juga tak memiliki keyakinan Nanik S Deyang bisa memperbaiki carut marut program MBG yang selama ini terjadi di berbagai daerah.

Salah satu yang paling menonjol adalah terkait transparansi anggaran super jumbo lembaga sepeninggal Dadan Hindayana itu.

Aspek inilah yang menjadi tuntutan terbesar yang oleh publik merasa sama sekalit tidak didapatkan selama ini.

Baca Juga: Firdaus Oiwobo Anggap Tiyo Ardianto Hina Prabowo dan Gibran, Hari Ini Saya Sikat Dia

Hal itu tercermin dalam hasil polling Indo Satu Media Group yang digelar selama periode minggu pertama dan kedua Juni 2026.

Polling melalui platform Instagram dan TikTok itu digelar serentak sembilan media.

Yakni Pojoksatu.id. Pojok Seleb, Metropolitan.id, Metrobogor, Radar Bandung, Radar Cianjur, Radar Bekasi, Radar Sukabumi, Radar Depok.

Hasil polling minggu pertama dengan enam pertanyaan menjaring total 5.083 responden sudah lebih dulu ditayangkan di kanal Pojoksatu.id sebelumnya.

Baca Juga: Total Pengadaan Rp1,03 T, Ribuan Motor Listrik MBG di Bogor Disegel Kejagung, Gudang Lain Dicari

Sementara hasil polling minggu kedua melontarkan 9 pertanyaan dengan total responden mencapai 28.196.


Gelapnya Transparansi Anggaran

Pada dua pertanyaan pertama, responden dilontarkan pertanyaan terkait pandangan dan penilaian mereka terhadap Badan Gizi Nasional (BGN) dan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Fokusnya adalah terkait dengan transparansi anggaran yang merupakan salah satu isu paling sensitif.

Mengingat BGN menjadi satu-satunya lembaga di Indonesia yang mengelola anggaran paling jumbo.

Hal ini menjadikan BGN sebagai lembaga yang paling banyak menyedot APBN.

Tuntutan besar publik ini tergambar jelas pada kedua pertanyaan tersebut.

Dimana pertanyaan pertama, responden dihadapkan pada pertanyaan "Menurutmu, apakah BGN dan MBG sudah cukup transparan terkait belanja anggaran serta sistem kelembagaannya?"

Pada pertanyaan ini, total respoden berjumlah 1.230.

Baca Juga: MBG Tak Bisa Dihapus, Qodari Sebut SPPG akan Dibagi Tiga Kelas Mulai Bagus hingga Kurang Bagus

Hasilnya, mayoritas publik menilai BGN selama ini kurang transparan terkait anggaran dan sistem kelembagaannya.

Dimana sebanyak 1.013 responden atau sebesar 82,36 persen memberikan jawaban "belum".

Sedangkan publik yang menilai BGN selama ini sudah transparan dengan memberikan menjawab "sudah" hanya sebanyak 217 akun atau 17,64 persen saja.

Hasil ini berbanding lurus dengan dengan pertanyaan kedua dimana respoden diberikan pertanyaan "Apa yang paling penting diperkuat BGN di era Nanik S Deyang?".

Baca Juga: Tiyo Ardianto Dilaporkan ke Polisi Pasal Penghasutan MBG yang Merupakan Program Prioritas Prabowo

Hasilnya, dari 1.036 responden, sebanyak 522 atau 50,39 persen menilai transparan anggaran menjadi hal yang paling penting.

Namun demikian, responden yang memilih penguatan kinerja, pengawasan dan sistem kelembagaan BGN jumlahnya juga cukup besar.

Yakni mencapai 514 responden atau 49,61 persen.


Tak Yakin Nanik S Deyang Bisa

Diakui atau tidak, jika bicara tentang carut marut baik di tubuh BGN maupun program MBG, maka akan ada daftar teramat panjang yang harus dituntaskan pengganti Dadan Hindayana itu.

Faktanya, publik juga memiliki ketidakyakinan pada sosok Nanik S Deyang.

Hal itu terpotret pada pertanyaan "Apakah anda yakin Kepala BGN yang Baru, Nanik S. Deyang dapat menuntaskan berbagai persoalan yang terjadi dalam program MBG?".

Hasilnya, dari total 1.533 responden, mayoritas publik sebanyak 1.116 atau 72,80 persen memberikan jawaban "tidak yakin".

Sementara mereka yang yakin pada kapasitas den kompetensi Nanik S Deyang hanya sebanyak 417 responden atau 27,20 saja.

Hal ini berbanding lurus dengan hasil polling minggu pertama Juni 2026.

Baca Juga: Meski AS dan Iran Dikabarkan Segera Damai, Kapal Ekspedisi Masih Enggan Lewati Selat Hormuz

Karena sebanyak 65,34 persen publik menilai penunjukan mantan jurnalis dan timses Prabowo Subianto di Pilpres 2019 jadi Kepala BGN itu adalah "keputusan kurang tepat".

Fakta lainnya, sebanyak 68,82 persen publik mengaku "tidak yakin" Nanik S Deyang bisa membawa perubahan positif pada tata kelola BGN dan program MBG.


Tuntutan Publik

Di sisi lain, publik juga melontarkan tuntutan agar uang rakyat itu benar-benar bisa digunakan sebagaimana mestinya, dan bukan untuk memperkaya pihak-pihak tertentu.

Yakni dengan melakukan evaluasi total seluruh SPPG serta sistem pelaksanaan dan pengawasan ketat sebanyak 62,73 persen.

Baca Juga: Namanya Dicatut, Tiga BEM di Jakarta Bantah Terlibat Konferensi Pers Aliansi Mahasiswa BEM Bersatu

Selain itu, publik juga menuntut adanya punishment tegas atas setiap pelanggaran yang dilakukan SPPB sebanyak 37,27 persen.

Pada segmen ini, total responden yang ikut berpastisipasi berjumlah 907.

Terkiat hasil polling ini, tim Indo Satu Media Group juga sudah melakukan konfirmasi langsung kepada Nanik S Deyang melalui sambungan telepon maupun chat Whatsapp.

Namun sampai hasil polling ini diterbitkan Nanik S Deyang sama sekali belum memberikan respon.***