POJOKSATU.id - Sosok Kepala BGN (Badan Gizi Nasional) Dadan Hindayana sepertinya menjadi salah satu sosok yang dinilai publik cukup mengesalkan.
Hal itu tergambar dalam hasil polling yang digelar sembilan media di bawah naungan Metropolitan Grup.
Sembilan media tersebut yakni Pojoksatu.id, Metripolitan.id, Metro Bogor, Radar Bandung, Radar Bekasi, Radar Depok, Radar Cianjur, Radar Sukabumi dan Radar Karawang.
Baca Juga: Hasil Polling: 82 Persen Publik Nilai Dadan Hindayana Patut Dicopot sebagai Kepala BGN
Polling sembilan media ini dilakukan melalui tiga platform media sosial masing-masing perusahaan media selama 24 jam penuh, yakni TikTok, Instagram dan Facebook.
Dimulai pada Senin 13 April 2026 pukul 19.00 WIB sampai dengan Selasa 14 April 2026 pukul 19.00 WIB.
Yang cukup mengejutkan, akumulasi polling ternyata hampir menembus angka 1 juta tayangan, tepatnya 989.954 tayangan, dengan 54.421 akun ikut terlibat menjadi responden.
Secara umum, polling hanya menyediakan satu pertanyaan: "Bagaimana menurut kamu kinerja Kepala BGN Dadan Hindayana?"
Khusus di platform Instagram, disediakan tiga jawaban untuk dipilih publik.
Yakni "Memuaskan"; "Patut Diganti" dan "Mengesalkan".
Baca Juga: Panglima TNI Pastikan Pasukan di Lebanon Pulang Mei 2026, Prajurit yang Terluka Segera Dipulangkan
Hasilnya, sebanyak 28,25 persen atau 265 akun memilih jawaban ketiga, yakni "Mengesalkan".
Seperti diketahui khalayak, sosok Kepala BGN Dadan Hindayana selama ini memang tidak pernah lepas dari kritik pedas publik dan kontroversi.
Berbagai pernyataannya pun kerap dinilai publik cukup aneh dan benar-benar "out of the box".
Terbaru adalah viralnya pengadaan puluhan ribu motor listrik yang selama ini tidak pernah muncul ke permukaan.
Setelah ramai, Dadan baru mengklarifikasi dan mengklaim motor tersebut adalah produksi lokal yang dibeli dengan harga di bawah pasar.
Namun ternyata, diduga kuat motor tersebut bukan produk lokal. Melainkan motor China yang juga dipasarkan di beberapa negara.
Belum lagi pengadaan kaos kaki yang ada di antaranya dipatok dengan harga sampai ratusan ribu per potong.
Atau anggaran Rp113 miliar lebih hanya untuk membayar Event Organizer demi kegiatan-kegiatan sermonial, yang baru-baru ini terungkap ke publik melalui media sosial.
Sementara publik yang menilai kinerja Dadan Hindayana memuaskan hanya mencapai 4,16 persen saja atau sebanyak 39 responden.
Namun sebanyak 67,59 persen atau 634 responden menyatakan Dadan Hindayana patut dicopot dari jabatannya sebagai Kepal BGN.
Hasil Polling Total 3 Platform
Berdasarkan hasil polling di ketiga platform, total sebanyak 54.421 akun ikut terlibat menjadi responden dengan total 989.954 tayangan.
Baca Juga: Resmi Dibuka! Pemerintah Buka 35 Ribu Lowongan Pegawai BUMN, Lulusan D3-S1 Semua Jurusan Bisa Daftar
Dari jumlah tersebut, sebanyak 82,47 persen atau 44.883 ribu publik menilai Dadan Hindayana patut dicopot dari jabatannya sebagai Kepala BGN.
Kendati demikian, jumlah koresponden yang berpendapat positif terhadap kinerja Dadan jumlahnya juga tidak sedikit.
Dimana sebanyak 8.504 akun atau 15,63 persen publik menilai bahwa kinerja Dadan sudah memuaskan.
Ketua Forum Pemred Metropolitan Grup, Azam Munawar, menyebut pihaknya sengaja menggelar polling untuk mengangkat isu-isu terbaru melalui akun media sosial seluruh perusahaan media grup.
Dengan demikian, publik yang bisa dijangkau pun menjadi lebih luas dari berbagai daerah.
"Media sosial saat ini menjadi salah satu platform yang mendominasi dalam semua kegiatan publik. Perkembangannya juga sudah sangat pesat," ujar dia, Kamis 16 April 2026.
Sebagai informasi, ada beberapa perusahaan media di bawah naungan Metropolitan Grup.
Masing-masing perusahaan memiliki media sosial berbagai platform seperti TikTok, Instagram, Facebook hingga Youtube dengan jumlah pengikut dengan rincian:
Baca Juga: Heboh Menkes Bongkar Fakta Mengejutkan! 10 Persen Orang Kaya Ternyata Nikmati BPJS Gratis
1. TikTok
- Pojoksatu.id: 10,5 juta
- Metropolitan.id: 5,9 juta
- Metro Bogor: 147,5 ribu
- Radar Bandung: 9,4 juta
- Radar Bekasi: 8,3 juta
- Radar Depok: 135,9 ribu
- Radar Cianjur: 8,8 juta
- Radar Sukabumi: 6,1 juta
- Radar Karawang: 4,8 juta
2. Instagram
- Pojoksatu.id: 138 ribu
- Metropolitan.id: 62,8 ribu
- Metro Bogor: 68,9 ribu
- Radar Bandung: 159 ribu
- Radar Bekasi: 54,1 ribu
- Radar Depok: 65,8 ribu
- Radar Cianjur: 213 ribu
- Radar Sukabumi: 99,2 ribu
- Radar Karawang: 61 ribu
Polling di media sosial juga sengaja dipilih agar bisa melantangkan pendapat publik yang selama ini tidak terakomodir atau dianggap sekedar curhat.
Baca Juga: Purbaya Buka Sinyal, Dana Asing Siap ‘Serbu’ RI, Ini yang Sudah Dibidik Investor Global!
Dulu, kata Azam, media sosial memang hanya dianggap sebagai platform untuk menyampaikan hal yang bersifat pribadi atau hal-hal sederhana lainnya.
Namun dalam perkembangannya, media sosial kini telah bertransformasi menjadi platform yang tidak hanya menjadi tempat curhat.
Melainkan telah menjadi platform yang cukup berpengaruh untuk menyampaikan pendapat, aspirasi, kritik dan gagasan, sosialisasi program dan lainnya, dengan cukup mudah dan tanpa ribet.
Bahkan sebuah opini publik bisa dibangun dan digaungkan dengang mudah serta cepat hanya melalui media sosial.
"Suara-suara inilah yang ingin kami jaring dan akomodir untuk kemudian disampaikan melalui produk jurnalistik," terang dia.
Ke depan, polling serupa akan terus dilakukan sembilan media di bawah naungan Metropolitan Grup secara rutin.
"Kami gelar setiap pekan dengan mengangkat isu-isu yang sedang ramai dan hasilnya bisa dilihat langsung oleh publik," tandas Azam.
Terkait hasil polling ini, tim Metropolitan Grup sudah mencoba untuk mengonfirmasi Kepala BGN Dadan Hindayana melalui pesan Whatsapp.
Namun sampai artikel ini ditayangkan, tim belum mendapat respon.***




