POJOKSATU.id, JAKARTA— Dari hasil olah TKP di rumah Hamka Koja, Tim Gabungan Polri menemukan bentuk cairan dan sisa- sisa makanan. Dua alat bukti ini diambil sampel-sampelnya dan akan diteliti lebih lanjut tim Inafis Polri.
Tim gabungan dari Inafis Polri dan Satreskrim Polres Metro Jakarta Utara melakukan olah TKP di lokasi kematian ayah dan anak balita, Hamka Rusdi (50) dan AQA (2) di Koja, Jakarta Utara.
"Ada sampel bentuk cairan dan sisa makanan serta benda-benda yang dianggap penting dilakukan pemeriksaan laboratorium forensik," kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Utara AKBP Iverson Manossoh kepada wartawan, Rabu (1/11/2023).
AKBP Iverson menuturkan, dalam olah TKP kali ini, pihaknya melibatkan beberapa ahli, seperi histopatologi forensik hingga ahli psikologi forensik.
Hal ini dilakukan tak lain guna untuk mencari titik terang penyebab kematian bos travel dan anak balitanya itu.
"Melibatkan ahli-ahli seperti ahli histopatologi forensik dan ahli psikologi forensik," tuturnya.
Karena itu, kata AKBP Iverson, semakin banyak barang bukti yang didapat penyidik di lokasi, makin cepat pula terbongkarnya penyebab kematian korban.
"Semakin banyak bukti-bukti yang kami dapatkan di TKP, maka semakin baik analisa para ahli," tegasnya.
Pihal kepolisian terus menyelidiki penyebab kematian bapak dan anak balita yang ditemukan meninggal dunia di dalam rumahnya di kawasan Koja, Jakarta Utara.
Baca Juga: Memotret Jejak Sejarah Tugu Kujang, Bangunan Ikonik di Kota Bogor, Disebut Masih Misteri
Dari hasil pendalaman sementara, tidak ada tanda-tanda atau bekas orang masuk ke kediamaan bapak berinisial HR (50) dan anaknya berumur 2 tahun itu.
"Kecil kemungkinan jejak orang asing masuk, tidak ada jejak secara scientific," kata Kapolres Metro Jakarta Utara, Kombes Pol Gidion Arif Setyawan saat dihubungi, Selasa (31/10/2023).
Di sisi lain, kata Kombes Pol Gidion, rumah korban yang merupakan bos travel itu dalam kondisi terkunci.
Hal itu juga yang menjadi pertimbangan peyidik tidak adanya tanda-tanda orang lain masuk ke rumah korban.
Baca Juga: Kisah Soeharto Undang 4 Pengamen Jalanan untuk Nyanyi di Ulang Tahun Ibu Tien
"Tidak ada jejak orang asing masuk karena kondisi pintu yang tertutup," ujarnya.
Pria ditemukan tewas bersama anaknya seorang balita di kediamannya di kawasan Tugu Selatan, Koja, Jakarta Utara, Sabtu (28/10/2023).
Namun warga di Jalan Balai Rakyat 5, Dukuh Selatan, Koja, Jakarta Utara sudah digegerkan aroma bau menyengat selama dua hari yang berasal dari sebuah rumah.
Saat ditemukan warga, keduanya sudah dalam kondisi membusuk. Satu korban ditemukan berada di depan pintu kamar mandi. Sementara anaknya ditemukan di dalam kamar.
Selanjutnya jasad ayah dan balita yang ditemukan tewas di dalam rumah di Koja, Jakarta Utara dievakuasi ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur.
Hasil olah TKP Polres Jakarta Utara bersama Polsek Koja. kondisi rumah korban seperti tidak terurus, kendaraan roda dua dan roda empat sudah berdebu.
Diduga kendaraan tersebut jarang digunakan dalam waktu cukup lama.
Sementara itu, warga menemukan istri korban duduk di sofa. Kondisinya sudah tidak bisa ngomong dan kondisi lemas.***



