POJOKSATU.id - Aksi warga Garut Selatan di depan DPRD Kabupaten Garut akhirnya membawa kabar yang selama ini ditunggu.
Pemerintah memastikan pembangunan jalan Banjarwangi-Singajaya-Peundeuy akan mulai dilaksanakan pada 2026.
Kepastian tersebut menjadi hasil penting dari aksi yang sebelumnya diikuti ribuan warga serta ratusan pengemudi elf.
Mereka turun ke jalan karena kondisi akses utama di wilayah tersebut sudah lama dikeluhkan.
Baca Juga: 3.935 Pendaftar Berebut 307 Kursi, Sekolah Unggul Garuda Jadi Magnet Pendidikan Berkualitas
Dalam kesepakatan yang disampaikan setelah aksi, pembangunan jalan akan dimulai dengan anggaran sebesar Rp2 miliar pada 2026.
Anggaran tersebut menjadi langkah awal untuk menangani ruas jalan yang selama ini dinilai sangat membutuhkan perhatian.
Pemerintah kemudian menargetkan pekerjaan dilanjutkan hingga seluruh ruas yang menjadi sasaran pembangunan dapat dituntaskan pada 2027.
Kabar ini tentu menjadi angin segar bagi warga Banjarwangi, Singajaya, dan Peundeuy.
Selama bertahun-tahun, kondisi jalan yang rusak tidak hanya membuat perjalanan menjadi kurang nyaman.
Pengemudi juga harus menghadapi risiko kendaraan lebih cepat mengalami kerusakan.
Bagi warga yang menggunakan kendaraan untuk bekerja, berdagang, mengangkut hasil bumi, maupun menjalankan aktivitas sehari-hari, jalan rusak tentu menjadi beban tambahan.
Begitu pula bagi para sopir elf. Kondisi jalan yang buruk membuat biaya perawatan kendaraan berpotensi meningkat, sementara waktu tempuh perjalanan menjadi lebih lama.
Baca Juga: Kok Bisa Gaji 3 Juta Dianggap Kaya dan Masuk Desil 10? Mensos: BPS yang Ngukur
Aksi Warga Berbuah Kepastian
Sebelumnya, persoalan jalan tersebut mendorong masyarakat dari tiga kecamatan untuk menyampaikan aspirasi secara langsung ke DPRD Garut.
Sekitar 220 sopir elf juga ikut menyuarakan keresahan.
Mereka bahkan menghentikan sementara operasional angkutan untuk bergabung dalam aksi.
Masyarakat menginginkan pemerintah tidak lagi sebatas memberikan janji perbaikan.
Mereka meminta adanya kepastian kapan pembangunan dimulai dan kapan akses tersebut bisa kembali dirasakan dalam kondisi yang lebih baik.
Baca Juga: Alasan Pengibaran Foto Prabowo di HUT Kemerdekaan RI ke-81 Mensesneg: Itu Bentuk Kebanggaan
Kini, jawaban itu mulai terlihat.
Pembangunan dijadwalkan dimulai pada 2026 dengan dana Rp2 miliar.
Selanjutnya, pemerintah menargetkan penyelesaiannya pada 2027.
Warga Masih Menunggu Realisasi di Lapangan
Meski kepastian pembangunan sudah disampaikan, pekerjaan rumah berikutnya adalah memastikan rencana tersebut benar-benar berjalan.
Warga tentu akan menunggu alat berat masuk, pekerjaan dimulai, dan progres pembangunan terlihat di lapangan.
Baca Juga: Sekolah Rakyat di Sumba Timur Tinggal Tunggu Dua Syarat, Pemkab Siapkan Akses Jalan
Harapan masyarakat sederhana saja. Jalan yang selama ini menjadi keluhan dapat diperbaiki secara bertahap hingga benar-benar layak digunakan.
Dengan adanya pembangunan tersebut, manfaatnya bukan hanya dirasakan pengguna jalan.
Aktivitas ekonomi, distribusi hasil bumi, transportasi umum, hingga mobilitas warga di tiga kecamatan juga diharapkan ikut membaik.
Perjuangan warga Garut Selatan akhirnya membawa satu kepastian: pembangunan jalan Banjarwangi-Singajaya-Peundeuy akan dimulai pada 2026 dan dituntaskan pada 2027.
Baca Juga: Magang Nasional Batch 2 2026 Mulai September, Ada Uang Saku Setara UMK
Kini, masyarakat tinggal menunggu janji itu berubah menjadi pekerjaan nyata di lapangan.
Sebab bagi warga, jalan yang baik bukan sekadar proyek pembangunan, melainkan harapan agar aktivitas dan kehidupan mereka bisa kembali berjalan lebih lancar.***




